Daftar Isi
STNK.CO.ID – 10 Juli 2026 | Presiden Prabowo Subianto meluapkan kemarahannya dalam pernyataan terbaru terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam sambutan di hadapan para kepala daerah, Prabowo Geram Sebut Banyak Penyusup yang Jadi Maling MBG. Ia menuding sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab telah menyusup dan melakukan penyelewengan dana program prioritas nasional tersebut.
Kemarahan Presiden atas Penyimpangan MBG
Prabowo menegaskan bahwa program MBG adalah salah satu agenda utama pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan ibu hamil. Namun, ia mendapati banyak laporan mengenai praktik korupsi dan penyalahgunaan anggaran yang dilakukan oleh oknum yang disebutnya sebagai ‘penyusup’. Para penyusup ini, menurut Prabowo, bertindak layaknya maling yang menggerogoti dana bantuan pangan yang seharusnya sampai ke masyarakat.
“Saya geram sekali. Banyak penyusup yang jadi maling MBG. Mereka menyusup, kemudian mengambil hak rakyat. Ini tidak bisa ditoleransi,” ujar Prabowo dalam acara rapat koordinasi nasional di Jakarta, Kamis (10/7/2025). Pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan publik dan media.
Instruksi Pengawasan Ketat ke Kepala Daerah
Untuk mengatasi masalah ini, Prabowo Geram Sebut Banyak Penyusup yang Jadi Maling MBG dan meminta seluruh kepala daerah untuk meningkatkan pengawasan. Presiden memerintahkan agar setiap daerah membentuk tim pengawas independen yang bertugas memonitor distribusi dan penggunaan dana MBG. “Saya minta pengawasan ketat dari kepala daerah. Jika ada indikasi penyimpangan, laporkan segera. Jangan ada yang berani main-main dengan program ini,” tegasnya.
Prabowo juga mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terbukti melakukan penyelewengan, baik dari kalangan pejabat publik maupun pihak swasta yang terlibat dalam pelaksanaan program. Ia menekankan bahwa MBG adalah program yang sangat penting untuk memerangi stunting dan malnutrisi di Indonesia.
Latar Belakang Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan sejak awal tahun 2025 dengan target menjangkau jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini menyediakan makanan bergizi secara gratis bagi siswa sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Anggaran yang dialokasikan sangat besar, sehingga risiko penyimpangan pun menjadi perhatian serius.
Beberapa kepala daerah yang hadir dalam rapat tersebut menyambut baik instruksi Presiden. Mereka berjanji akan memperketat pengawasan dan memastikan program berjalan sesuai aturan. “Kami akan koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengawal program ini,” ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, usai acara.
Dampak dan Upaya Pencegahan
Kasus penyusupan dan pencurian dana MBG ini dikhawatirkan dapat mengganggu distribusi bantuan pangan jika tidak segera diatasi. Pemerintah pusat pun telah menyiapkan sejumlah langkah pencegahan, termasuk penggunaan sistem digital untuk pelacakan dana secara real-time serta audit mendadak di berbagai titik distribusi.
Kementerian Sosial dan Badan Pangan Nasional juga diminta untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Prabowo Geram Sebut Banyak Penyusup yang Jadi Maling MBG menjadi pengingat bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap praktik korupsi yang merugikan rakyat kecil.
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi. “Jika ada yang mencurigakan, jangan ragu untuk melapor. Ini program rakyat, kita jaga bersama,” imbaunya.
Dengan adanya pernyataan tegas dari Presiden, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Pemerintah berkomitmen untuk menindak tegas setiap pelanggaran dan memastikan bantuan tepat sasaran. Kesimpulannya, langkah pengawasan ketat dan sanksi berat bagi pelaku penyimpangan menjadi kunci keberhasilan program MBG ke depannya.




