Perkembangan Pesawat Tempur Global: Dari Modernisasi Kfir hingga Sukhoi Su-35 dan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia

By

Audris Nakeesha

5 Juli 2026, 22:40 WIB

Perkembangan Pesawat Tempur Global: Dari Modernisasi Kfir hingga Sukhoi Su-35 dan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia
Perkembangan Pesawat Tempur Global: Dari Modernisasi Kfir hingga Sukhoi Su-35 dan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia

STNK.CO.ID – 05 Juli 2026 | Pesawat tempur menjadi tulang punggung kekuatan udara setiap negara. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah perkembangan signifikan terjadi di dunia penerbangan militer, mulai dari modernisasi jet tempur Kfir C12 di Sri Lanka, pengiriman Sukhoi Su-35 ke Iran, hingga upaya Indonesia membangun industri propelan dan munisi mandiri. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif berbagai berita terkini seputar pesawat tempur dan implikasinya terhadap kedaulatan pertahanan.

Modernisasi Pesawat Tempur Kfir C12 Milik Sri Lanka

Angkatan Udara Sri Lanka baru saja menyelesaikan uji terbang perdana pesawat tempur Kfir C12 versi terbaru. Pesawat bernomor ekor SFM1018 tersebut melakukan penerbangan pada 11 Juni dari Pangkalan Udara Katunayake, menandai berhasilnya program peningkatan yang melibatkan empat jet tempur Kfir C2/C7 dan satu pesawat latih Kfir TC2 ke standar C12. Peningkatan ini mencakup kokpit digital dengan layar kristal cair, sensor baru, radar multi-mode, sistem navigasi dan komunikasi modern, kemampuan berbasis jaringan, serta integrasi senjata berpemandu presisi. Program kerja sama dengan Israel Aerospace Industries ini juga memperkuat struktur badan pesawat dan kemampuan pemeliharaan, sehingga memperpanjang masa pakai operasional pesawat tempur yang telah bertugas sejak 1996 di Skuadron Tempur ke-10.

Iran Perkuat Armada dengan Sukhoi Su-35

Di sisi lain, Rusia dilaporkan telah merampungkan produksi 20 unit pesawat tempur Sukhoi Su-35 untuk Iran. Pengiriman jet tempur generasi 4++ ini direncanakan pada tahun 2026, menjadi tonggak modernisasi militer Teheran yang selama ini mengandalkan jet lawas era Perang Dingin. Kesepakatan bilateral yang diteken pada 2023 mencakup total 48 unit Su-35, plus helikopter serang Mi-28 dan pesawat latih Yak-130. Su-35 memiliki radius tempur hampir 1.600 kilometer, memberikan kemampuan serangan jarak jauh. Kemampuan lepas landas dari landasan pendek membuatnya sulit dihantam dalam konflik terbuka. Kehadiran pesawat tempur ini diyakini akan mengubah dinamika kekuatan di kawasan Timur Tengah.

Indonesia Fokus pada Kemandirian Propelan dan Munisi

Sementara itu, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada pembangunan industri propelan dan munisi nasional. Asisten Strategis Panglima TNI, Marsda TNI Budhi Achmadi, menekankan bahwa karakter peperangan modern telah bergeser. Keunggulan negara tidak lagi semata-mata pada kepemilikan alat utama sistem persenjataan (alutsista), melainkan pada kemampuan memproduksi amunisi secara mandiri. “Platform hanyalah alat penghantar daya tempur. Kemampuan memenangkan perang ditentukan oleh tersedianya amunisi, propelan, bom, roket, rudal, dan material energetik secara berkelanjutan,” ujarnya. Ia mencontohkan perang Rusia-Ukraina yang membuktikan bahwa keberlanjutan operasi militer sangat bergantung pada kapasitas produksi amunisi. Ketergantungan pada pihak asing saat konflik atau embargo dapat melumpuhkan kemampuan tempur. Oleh karena itu, Indonesia mulai mengarahkan pembangunan pada penguasaan teknologi propelan dan munisi, bukan hanya platform pesawat tempur.

Peran Pesawat Tempur dalam Perayaan dan Konflik

Di Amerika Serikat, perayaan 250 tahun kemerdekaan di Philadelphia dimeriahkan oleh atraksi udara empat pesawat tempur dari skuadron VFA-11 dan VFA-81 yang terbang di atas stadion. Momen ini menunjukkan betapa pesawat tempur tidak hanya berfungsi sebagai alat perang, tetapi juga simbol kebanggaan nasional. Di sisi lain, tragedi menimpa pilot Nicholas Gosselin dari maskapai AMA yang tewas ditembak kelompok OPM di Papua. Meski bukan pesawat tempur, insiden ini mengingatkan bahwa pesawat sipil pun rentan dalam konflik bersenjata. Kelompok OPM mengaku menembak pilot sebagai ultimatum terhadap penerbangan sipil yang dianggap mendukung operasi militer. TNI terus berkomitmen menjaga keamanan di Papua.

Kesimpulan

Dari modernisasi Kfir di Sri Lanka, akuisisi Su-35 oleh Iran, hingga upaya Indonesia membangun kemandirian munisi, terlihat bahwa pesawat tempur dan ekosistem pendukungnya memegang peranan krusial dalam pertahanan negara. Perubahan geopolitik global menuntut setiap negara untuk tidak hanya memiliki platform canggih, tetapi juga kemampuan memproduksi amunisi secara mandiri. Indonesia berada di jalur yang tepat dengan fokus pada industri propelan dan munisi guna memperkuat kedaulatan pertahanan nasional.

Related Post