Pengamanan Ketat di Gambir dan DPR: 700 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Unjuk Rasa

By

Reshawnda Morgance

6 Juli 2026, 08:53 WIB

Pengamanan Ketat di Gambir dan DPR: 700 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Unjuk Rasa
Pengamanan Ketat di Gambir dan DPR: 700 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Unjuk Rasa

STNK.CO.ID – 06 Juli 2026 | Sebanyak 700 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Pemuda Kalimantan dan elemen mahasiswa di Jakarta Pusat hari ini. Operasi pengamanan ini difokuskan di dua titik strategis, yaitu kawasan Gambir dan gedung DPR RI, guna memastikan jalannya demonstrasi berlangsung tertib dan aman. Langkah ini merupakan respons atas rencana aksi unjuk rasa yang telah diberitahukan kepada pihak berwenang sebelumnya.

Baca juga:

Mobilisasi Personel Gabungan

Personel gabungan yang diterjunkan terdiri dari unsur TNI, Polri, serta Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Mereka disiagakan sejak pagi hari di sejumlah titik rawan, seperti bundaran Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, dan kawasan parlemen. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menyatakan, “Kami siap mengamankan aksi unjuk rasa dengan mengedepankan pendekatan humanis. 700 personel gabungan amankan unjuk rasa di Gambir dan DPR RI hari ini, dan kami berharap massa dapat menyampaikan aspirasi secara tertib.”

Latar Belakang Aksi

Aksi unjuk rasa ini digelar oleh Aliansi Pemuda Kalimantan bersama sejumlah organisasi mahasiswa. Mereka menuntut perhatian pemerintah terhadap isu-isu pembangunan di Kalimantan, termasuk keluhan terkait kebijakan lingkungan dan ketimpangan ekonomi. Koordinator aksi, Andi Pratama, mengatakan, “Kami datang ke Jakarta untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Kalimantan yang selama ini merasa terabaikan. Kami berharap DPR RI dapat mendengar dan menindaklanjuti tuntutan kami.” Massa mulai memadati area sekitar Gambir sejak pukul 09.00 WIB, membawa spanduk dan poster dengan berbagai pesan.

Dalam aksi tersebut, 700 personel gabungan amankan unjuk rasa di Gambir dan DPR RI hari ini dengan menyiagakan barikade dan kendaraan taktis. Polisi juga memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi, seperti pengalihan arus kendaraan di Jalan Merdeka Barat dan Jalan Veteran. Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk menghindari rute tersebut guna mengantisipasi kemacetan.

Baca juga:

Antisipasi dan Imbauan

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan perwakilan demonstran untuk memastikan aksi berlangsung damai. Selain itu, petugas juga menyediakan posko pengaduan dan ambulance siaga. Kombes Ade Ary menambahkan, “Kami tidak akan mentolerir tindakan anarkis. Jika ada provokator yang mencoba memanfaatkan situasi, kami akan tindak tegas sesuai hukum. Namun, kami tetap mengedepankan dialog.” Hingga siang hari, situasi terpantau kondusif, dan massa mulai membubarkan diri secara bertahap.

Keberadaan 700 personel gabungan amankan unjuk rasa di Gambir dan DPR RI hari ini menjadi bukti kesiapan aparat dalam menjaga ketertiban umum. Aksi serupa diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, sehingga pengamanan akan terus diperkuat.

Dampak Terhadap Arus Lalu Lintas

Rekayasa lalu lintas yang dilakukan cukup berdampak pada mobilitas warga di Jakarta Pusat. Beberapa ruas jalan mengalami perlambatan, terutama di sekitar Tugu Tani dan Jalan Diponegoro. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyarankan pengendara untuk menggunakan jalur alternatif, seperti Jalan Sabang atau Jalan Cemara. Petugas lalu lintas juga ditempatkan di setiap persimpangan untuk mengatur arus kendaraan.

Baca juga:

Secara keseluruhan, pengamanan yang dilakukan oleh 700 personel gabungan berjalan lancar. Aksi unjuk rasa yang diikuti ribuan peserta ini berakhir pada pukul 14.00 WIB tanpa insiden berarti. Para demonstran berjanji akan kembali menggelar aksi jika tuntutan mereka tidak direspons dalam waktu dekat.

Dengan demikian, operasi pengamanan yang melibatkan 700 personel gabungan amankan unjuk rasa di Gambir dan DPR RI hari ini dinilai berhasil menciptakan situasi yang kondusif. Sinergi antara aparat dan demonstran menjadi kunci utama kelancaran aksi. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak bertanggung jawab.

Related Post