Pemkot Depok Instruksikan Damkar Siram TPA Cipayung Dua Kali Sehari untuk Cegah Kebakaran

By

Reshawnda Morgance

17 Juli 2026, 04:51 WIB

Pemkot Depok Instruksikan Damkar Siram TPA Cipayung Dua Kali Sehari untuk Cegah Kebakaran
Pemkot Depok Instruksikan Damkar Siram TPA Cipayung Dua Kali Sehari untuk Cegah Kebakaran

STNK.CO.ID – 17 Juli 2026 | Cegah kebakaran Pemkot Depok minta Damkar rutin siram TPA Cipayung menjadi langkah konkret setelah kebakaran hebat melanda tempat pembuangan akhir tersebut. Insiden yang terjadi beberapa waktu lalu menyadarkan pemerintah akan urgensi pengelolaan sampah yang lebih baik. Kebakaran besar yang menghanguskan area luas TPA Cipayung diduga dipicu oleh akumulasi gas metana dari tumpukan sampah yang membusuk, diperparah dengan cuaca kering dan angin kencang.

Baca juga:

Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) kini menerapkan penyiraman rutin dua kali sehari di titik-titik rawan api di TPA Cipayung. Langkah ini diambil untuk menjaga kelembaban sampah dan mencegah munculnya titik api baru. Kepala Dinas Damkar Depok menegaskan bahwa penyiraman akan dilakukan setiap pagi dan sore hari, terutama pada musim kemarau ketika risiko kebakaran meningkat.

Selain penyiraman, Pemkot Depok juga mengoptimalkan sistem pemantauan melalui pos pengawas yang dilengkapi alat deteksi dini. Petugas kebakaran akan bersiaga 24 jam di sekitar TPA untuk merespons cepat jika terjadi kebakaran. Koordinasi dengan pengelola TPA dan masyarakat sekitar juga diperkuat agar laporan kebakaran dapat ditindaklanjuti secepatnya.

Latar Belakang Kebakaran TPA Cipayung

TPA Cipayung merupakan salah satu tempat pembuangan akhir terbesar di Depok. Dengan volume sampah yang terus meningkat setiap harinya, kapasitas TPA ini sudah hampir penuh. Tumpukan sampah yang padat dan tidak terkelola dengan baik menjadi bom waktu. Kebakaran sebelumnya melanda area seluas 2 hektar dan membutuhkan waktu berhari-hari untuk dipadamkan. Asap tebal yang dihasilkan mengganggu warga sekitar dan mencemari udara.

Baca juga:

Pemerintah setempat menyadari bahwa penanganan darurat saja tidak cukup. Oleh karena itu, langkah pencegahan seperti penyiraman rutin dan peningkatan pengawasan menjadi prioritas. Selain itu, Pemkot Depok berencana mengurangi beban TPA dengan menggalakkan program pengolahan sampah dari sumbernya, seperti pemilahan sampah rumah tangga dan pengembangan bank sampah.

Dampak Kebakaran dan Upaya Mitigasi

Kebakaran di TPA tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Asap kebakaran mengandung partikel berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Warga di sekitar TPA diimbau untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan saat kebakaran terjadi. Pemerintah juga membagikan masker gratis dan menyediakan layanan kesehatan darurat.

Dalam jangka panjang, Pemkot Depok berencana melakukan revitalisasi TPA Cipayung dengan menerapkan teknologi sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan. Sistem pengelolaan gas metana juga akan dipasang untuk mengurangi risiko kebakaran dan menghasilkan energi alternatif. Langkah ini membutuhkan investasi besar, namun diyakini akan mengurangi frekuensi kebakaran secara signifikan.

Baca juga:

Peran Masyarakat dalam Pencegahan

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran TPA. Pemkot Depok mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di area terbuka yang rawan api. Selain itu, partisipasi dalam program bank sampah dan pengomposan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Sosialisasi terus dilakukan melalui kelurahan dan RW setempat.

Sementara itu, petugas Damkar terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk kesiapsiagaan. Simulasi penanggulangan kebakaran juga diadakan secara berkala agar petugas dan masyarakat siap menghadapi situasi darurat.

Kebakaran di TPA Cipayung menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah harus menjadi prioritas. Cegah kebakaran Pemkot Depok minta Damkar rutin siram TPA Cipayung merupakan langkah awal yang tepat, namun diperlukan komitmen jangka panjang untuk mengatasi akar permasalahan. Dengan sinergi antara pemerintah, pengelola TPA, dan masyarakat, risiko kebakaran dapat ditekan seminimal mungkin.

Related Post