Daftar Isi
STNK.CO.ID – 20 Juli 2026 | Mentan Amran Butuh 20 Peternakan Besar agar Indonesia Swasembada Susu menjadi pernyataan yang mengejutkan sekaligus menggembirakan bagi industri peternakan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia hanya membutuhkan sekitar 20 peternakan sapi perah modern berskala besar untuk mencapai swasembada susu dalam waktu dekat. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah forum diskusi dengan para pelaku usaha peternakan di Jakarta, Selasa (14/5).
Krisis Susu Nasional
Indonesia masih sangat bergantung pada impor susu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Data Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa produksi susu segar dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 20-25% dari total kebutuhan nasional, sisanya harus diimpor dari negara lain seperti Selandia Baru, Australia, dan Amerika Serikat. Ketergantungan ini membuat harga susu di dalam negeri rentan terhadap fluktuasi harga internasional dan nilai tukar rupiah.
Strategi 20 Peternakan Besar
Mentan Amran Butuh 20 Peternakan Besar agar Indonesia Swasembada Susu bukan hanya sekadar wacana. Kementerian Pertanian telah menyusun peta jalan yang mencakup pembangunan 20 peternakan sapi perah modern dengan kapasitas masing-masing minimal 5.000 ekor sapi. Total investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 10 triliun, yang akan melibatkan investasi swasta dan BUMN.
Setiap peternakan akan dilengkapi dengan teknologi modern seperti sistem pemerahan otomatis, pakan ternak yang terkontrol, dan manajemen kesehatan hewan berbasis digital. Dengan skala ekonomi yang besar, biaya produksi susu diharapkan dapat ditekan sehingga harga susu segar dalam negeri bisa bersaing dengan susu impor.
Dampak bagi Peternak Rakyat
Meskipun fokus pada peternakan besar, Mentan Amran menegaskan bahwa keberadaan peternakan rakyat tetap akan diakomodasi. Peternak kecil akan difasilitasi untuk bergabung dalam korporasi peternakan atau menjadi pemasok susu ke industri pengolahan. Program kemitraan akan diperkuat agar peternak rakyat mendapatkan akses permodalan, bibit unggul, dan pendampingan teknis.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus memenuhi target produksi susu nasional sebesar 4,5 juta ton pada tahun 2029. Saat ini produksi susu nasional baru mencapai sekitar 1,3 juta ton per tahun.
Tantangan dan Harapan
Meski optimistis, Mentan Amran Butuh 20 Peternakan Besar agar Indonesia Swasembada Susu menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah ketersediaan lahan, mengingat sapi perah membutuhkan lahan yang luas dan lingkungan yang sejuk. Selain itu, biaya pakan ternak yang tinggi dan risiko penyakit hewan menjadi kendala utama.
Namun, dengan adanya kebijakan pemerintah yang pro-peternakan, termasuk subsidi pakan dan insentif pajak, diharapkan investor tertarik untuk berpartisipasi. Menteri Amran juga menyebutkan bahwa pemerintah akan mempermudah perizinan dan memberikan jaminan harga susu agar peternak besar tidak rugi.
Jika berhasil, Indonesia tidak hanya mencapai swasembada susu, tetapi juga bisa menjadi eksportir susu ke negara-negara ASEAN. Target ini tentu membutuhkan kerja keras semua pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga peternak rakyat.
Dengan optimisme yang tinggi, Mentan Amran Butuh 20 Peternakan Besar agar Indonesia Swasembada Susu menjadi tonggak baru dalam sejarah peternakan Indonesia. Semua mata kini tertuju pada realisasi 20 peternakan modern yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2026 mendatang.




