Menlu Sugiono Dorong Percepatan Implementasi Five-Point Consensus di ASEAN untuk Atasi Krisis Myanmar

By

Whitney Riany

13 Juli 2026, 13:50 WIB

Menlu Sugiono Dorong Percepatan Implementasi Five-Point Consensus di ASEAN untuk Atasi Krisis Myanmar
Menlu Sugiono Dorong Percepatan Implementasi Five-Point Consensus di ASEAN untuk Atasi Krisis Myanmar

STNK.CO.ID – 13 Juli 2026 | Menteri Luar Negeri RI Sugiono menghadiri pertemuan ASEAN di Bangkok untuk membahas krisis Myanmar. Isu Perang Saudara Tetangga RI Jadi Sorotan Ini Pesan Menlu Sugiono yang menekankan pentingnya percepatan implementasi Five-Point Consensus demi penyelesaian damai.

Baca juga:

Latar Belakang Krisis Myanmar

Konflik internal di Myanmar yang telah berlangsung sejak kudeta militer 2021 terus memicu kekhawatiran negara tetangga, termasuk Indonesia. ASEAN sebagai organisasi regional telah berupaya mendorong dialog damai melalui konsensus lima poin (Five-Point Consensus) yang disepakati pada April 2021. Namun, implementasinya berjalan lambat, sehingga Perang Saudara Tetangga RI Jadi Sorotan Ini Pesan Menlu Sugiono untuk kembali mengingatkan komitmen bersama.

Pesan Sugiono di Pertemuan Bangkok

Dalam pertemuan yang digelar di Bangkok, Sugiono menyampaikan bahwa ASEAN harus bertindak lebih cepat dan konkret. Beliau mendesak semua pihak di Myanmar untuk menghentikan kekerasan dan memulai dialog inklusif. Perang Saudara Tetangga RI Jadi Sorotan Ini Pesan Menlu Sugiono yang menegaskan bahwa perdamaian Myanmar adalah kunci stabilitas kawasan.

Beberapa poin penting yang disampaikan Sugiono antara lain:

Baca juga:
  • Perlunya akses kemanusiaan yang tidak terhalang bagi warga sipil Myanmar.
  • Pembentukan mekanisme pemantauan implementasi Five-Point Consensus.
  • Dorongan untuk pertemuan dengan semua pihak yang terlibat konflik, termasuk junta militer dan kelompok oposisi.

Dukungan Indonesia untuk Myanmar

Indonesia telah aktif memberikan bantuan kemanusiaan dan menjadi mediator dalam berbagai forum. Sugiono menekankan bahwa Indonesia tidak akan meninggalkan Myanmar dan terus mendorong solusi damai. Perang Saudara Tetangga RI Jadi Sorotan Ini Pesan Menlu Sugiono yang diharapkan dapat mempercepat langkah ASEAN.

Respons ASEAN

Negara-negara anggota ASEAN menyambut positif pernyataan Sugiono. Mereka sepakat untuk memperkuat kerja sama dan menekan junta militer agar mematuhi kesepakatan. Pertemuan di Bangkok menghasilkan komitmen untuk mengadakan pertemuan lanjutan dalam waktu dekat.

Krisis Myanmar telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan jutaan pengungsi. Tanpa intervensi nyata, situasi dapat semakin memburuk. Oleh karena itu, peran Indonesia melalui menteri luar negeri menjadi sangat krusial.

Baca juga:

Pesan Sugiono di Bangkok menjadi pengingat bahwa ASEAN harus bersatu dalam menyelesaikan konflik. Percepatan implementasi Five-Point Consensus adalah langkah paling realistis untuk mengakhiri perang saudara di Myanmar.

Author Image

Related Post