Menjelang MPLS, Sekolah Rakyat di Kalsel Masih Sepi Peminat

By

zarifah Goldy

19 Juli 2026, 14:50 WIB

Menjelang MPLS, Sekolah Rakyat di Kalsel Masih Sepi Peminat
Menjelang MPLS, Sekolah Rakyat di Kalsel Masih Sepi Peminat

STNK.CO.ID – 19 Juli 2026 | Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026, Sekolah Rakyat di Provinsi Kalimantan Selatan masih kekurangan calon siswa di berbagai jenjang. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan dinas pendidikan setempat.

Baca juga:

Fenomena Sepi Peminat di Sekolah Rakyat Kalsel

Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu ternyata belum mampu menarik minat calon siswa secara optimal. Padahal, program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah dan mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kuota yang tersedia masih jauh dari terpenuhi, terutama di jenjang SD, SMP, dan SMA.

Penyebab Kekurangan Siswa

Beberapa faktor diduga menjadi penyebab minimnya pendaftar. Pertama, sosialisasi yang belum maksimal ke masyarakat pelosok. Kedua, stigma bahwa Sekolah Rakyat identik dengan kualitas rendah, meskipun faktanya kurikulum dan fasilitasnya setara dengan sekolah negeri biasa. Ketiga, jarak tempuh yang jauh bagi siswa yang tinggal di daerah terpencil. Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan mengakui perlunya strategi jemput bola untuk mengatasi masalah ini.

Baca juga:

Dampak jika Tidak Segera Diantisipasi

Jika kekurangan siswa terus berlanjut, Sekolah Rakyat di Kalsel berpotensi kehilangan alokasi dana operasional yang berbasis jumlah siswa. Akibatnya, kualitas pelayanan pendidikan bisa terhambat. Selain itu, tujuan mulia program ini untuk mengurangi angka putus sekolah juga akan sulit tercapai. Pemerintah daerah pun tengah mendorong partisipasi masyarakat agar mendaftarkan anak-anak mereka ke Sekolah Rakyat sebelum batas akhir MPLS.

Upaya Pemerintah Mengatasi Kekurangan Siswa

Berbagai langkah telah dan akan dilakukan, antara lain:

Baca juga:
  • Mengintensifkan sosialisasi melalui media massa dan langsung ke desa-desa.
  • Menyediakan transportasi antar-jemput gratis bagi siswa yang rumahnya jauh.
  • Memberikan insentif tambahan bagi guru yang mengajar di Sekolah Rakyat.
  • Menjalin kerja sama dengan pemerintah desa untuk mendata anak usia sekolah yang belum terdaftar.

Kesimpulan

Kekurangan siswa di Sekolah Rakyat Kalimantan Selatan menjelang MPLS 2026 menjadi tantangan yang harus segera diatasi. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Dengan langkah konkret dan sosialisasi yang masif, diharapkan Sekolah Rakyat di Kalsel bisa menjadi solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu mendaftarkan putra-putri mereka karena pendidikan berkualitas adalah hak setiap warga negara.

Author Image

Related Post