Daftar Isi
STNK.CO.ID – 08 Juli 2026 | Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Dalam pernyataan resminya, Megawati menyebut bahwa wafatnya Ayatullah Khamenei merupakan kehilangan besar bagi dunia, khususnya bagi negara-negara yang memperjuangkan kemerdekaan dan keadilan global. Megawati menekankan bahwa Ayatullah Khamenei adalah penjaga api perjuangan dunia ketiga yang telah menginspirasi banyak bangsa.
Megawati: Ayatullah Khamenei adalah Pejuang Sejati
Megawati mengingatkan bahwa Ayatullah Khamenei bukan hanya pemimpin spiritual dan politik Iran, tetapi juga simbol perlawanan terhadap imperialisme dan penindasan. “Beliau adalah sosok yang gigih memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina dan menentang kesewenang-wenangan kekuatan besar dunia. Kehilangan ini tidak hanya dirasakan oleh rakyat Iran, tetapi oleh seluruh umat manusia yang merindukan perdamaian dan keadilan,” ujar Megawati dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Senin (20/3/2023).
Megawati juga menekankan bahwa Ayatullah Khamenei memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan negara-negara berkembang. Melalui kebijakan luar negerinya, Iran di bawah kepemimpinan Khamenei kerap menjadi garda terdepan dalam melawan dominasi Barat. “Ini adalah momentum untuk merenungkan kembali perjuangan bersama dunia ketiga yang mulai tergerus arus globalisasi. Saya berharap semangat beliau terus menginspirasi generasi muda,” tambah Megawati.
Dampak Wafatnya Ayatullah Khamenei bagi Politik Global
Berita wafatnya Ayatullah Khamenei memicu reaksi dari berbagai pemimpin dunia. Tidak sedikit yang menyatakan belasungkawa dan mengakui jasa-jasanya dalam menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah. Megawati sendiri menilai bahwa sosok Khamenei adalah penopang utama Revolusi Islam Iran yang berdampak pada geopolitik global. “Beliau adalah simbol ketahanan dan kemandirian. Tanpa beliau, tantangan bagi Iran dan sekutunya pasti akan semakin berat,” jelas Megawati.
Pengamat hubungan internasional menilai bahwa kepergian Khamenei dapat memicu pergeseran kebijakan dalam negeri Iran maupun di kancah internasional. Namun, Megawati optimistis bahwa nilai-nilai perjuangan yang ditanamkan Khamenei akan tetap hidup. “Meskipun fisiknya telah tiada, pemikiran dan perjuangannya akan terus abadi. Bagi saya, ini adalah kehilangan besar bagi dunia yang harus menjadi bahan introspeksi bagi kita semua,” ucap Megawati.
Megawati dan Hubungan Indonesia-Iran
Megawati juga menyinggung hubungan bilateral antara Indonesia dan Iran yang selama ini terjalin erat, terutama dalam forum Gerakan Non-Blok dan Organisasi Kerja Sama Islam. “Indonesia dan Iran memiliki banyak kesamaan, termasuk dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ayatullah Khamenei adalah sahabat sejati Indonesia,” kata Megawati. Ia berharap Indonesia terus memperkuat kerja sama dengan Iran pasca-kepemimpinan Khamenei untuk menjaga stabilitas regional.
Pernyataan Megawati ini mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan. Aktivis pro-Palestina di Indonesia menyambut baik pernyataan Megawati yang dianggap mewakili suara rakyat Indonesia. “Pak Mega (Megawati) telah menyuarakan apa yang banyak orang rasakan. Khamenei memang pemimpin besar yang jasanya akan dikenang,” ujar salah satu aktivis yang hadir dalam acara doa bersama di Jakarta.
Megawati Wafatnya Ayatullah Khamenei Kehilangan Besar Bagi Dunia menjadi sorotan media internasional. Banyak media asing yang mengutip pernyataan Megawati sebagai bukti betapa pentingnya peran Khamenei di mata negara-negara Selatan. “Ini adalah pengakuan bahwa perjuangan dunia ketiga masih relevan,” tulis salah satu media asing.
Dalam kesimpulannya, Megawati mengajak masyarakat Indonesia untuk mengambil hikmah dari perjalanan hidup Ayatullah Khamenei. “Mari kita jaga persatuan dan terus berjuang melawan ketidakadilan. Itu adalah warisan terbaik dari beliau,” pungkas Megawati.




