Daftar Isi
STNK.CO.ID – 01 Agustus 2026 | Malam puncak Hoegeng Awards 2026 menjadi momen yang mengharukan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tampak larut dalam suasana nostalgia saat mengenang sosok Eyang Meri, istri dari Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Dalam acara yang digelar untuk memberikan penghargaan kepada polisi-polisi teladan tersebut, Kapolri menyempatkan diri untuk berbagi cerita tentang keteladanan keluarga Hoegeng. Momen ini sekaligus menegaskan bahwa nilai-nilai integritas yang ditanamkan oleh Hoegeng dan Eyang Meri tetap hidup di tubuh Polri.
Mengenang Sosok Eyang Meri di Tengah Puncak Penghargaan
Suasana hangat menyelimuti malam puncak Hoegeng Awards 2026. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak hanya memberikan penghargaan kepada para penerima, tetapi juga menyempatkan diri untuk bernostalgia tentang sosok Eyang Meri. Dalam sambutannya, Kapolri mengisahkan bagaimana Eyang Meri selalu mendampingi Hoegeng dengan penuh kesederhanaan dan keteguhan. Menurut Kapolri, Eyang Meri adalah contoh nyata dari pendamping yang tidak pernah menuntut kemewahan, melainkan justru menjadi benteng moral bagi Hoegeng dalam menjalankan tugasnya sebagai polisi.
Kapolri Kenang Eyang Meri di Malam Puncak Hoegeng Awards 2026 bukan sekadar seremonial belaka. Lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat bahwa sosok di balik seorang pejuang integritas juga memiliki peran besar. Kapolri mengungkapkan bahwa sosok Eyang Meri mengajarkan banyak hal, terutama tentang kesetiaan dan kesederhanaan. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga mengutip beberapa nilai yang diwariskan Hoegeng dan Eyang Meri, seperti kejujuran, disiplin, dan keberanian untuk melawan segala bentuk penyimpangan.
Hoegeng Awards: Apresiasi untuk Polisi Berintegritas
Hoegeng Awards sendiri merupakan ajang tahunan yang digagas oleh media untuk mengapresiasi polisi-polisi yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dan integritas tanpa cela. Nama Hoegeng diambil dari Kapolri ketiga Republik Indonesia, yang terkenal dengan gaya hidup bersih dan anti suap. Penghargaan ini diberikan kepada polisi dari berbagai tingkat, mulai dari polisi lalu lintas, reserse, hingga Bhabinkamtibmas, yang dianggap mampu menjadi teladan di lingkungannya masing-masing.
Pada malam puncak Hoegeng Awards 2026, para nominasi terpilih telah melewati proses seleksi yang panjang. Mereka dinilai berdasarkan laporan masyarakat, hasil investigasi jurnalistik, serta penilaian dewan juri yang terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi, dan wartawan senior. Kapolri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, penghargaan semacam ini sangat penting untuk memotivasi seluruh anggota Polri agar terus menjaga kepercayaan publik.
Pesan Kapolri Tentang Keteladanan Hoegeng
Lebih jauh, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengajak seluruh jajaran untuk meneladani semangat Hoegeng yang tidak pernah kompromi terhadap pelanggaran. Beliau mengingatkan bahwa Hoegeng dikenal sebagai sosok yang tegas, bahkan terhadap keluarga sendiri. Dalam konteks inilah, peran Eyang Meri menjadi penting. Kapolri Kenang Eyang Meri di Malam Puncak Hoegeng Awards 2026 sebagai wujud bahwa di balik polisi yang bersih, selalu ada keluarga yang mendukung dengan tulus.
Kapolri juga menyampaikan bahwa nilai-nilai yang dimiliki oleh Hoegeng dan Eyang Meri sejalan dengan program transformasi Polri yang sedang berjalan. Melalui berbagai program seperti budaya malu, pelayanan publik yang humanis, serta penguatan pengawasan internal, Polri berupaya mewujudkan institusi yang profesional dan modern. Namun, semua itu akan sia-sia jika tidak didukung oleh integritas pribadi setiap anggota. Maka, mengenang Eyang Meri adalah salah satu cara untuk terus mengingatkan bahwa kesederhanaan adalah kekuatan.
Harapan ke Depan untuk Polri yang Bersih
Malam puncak Hoegeng Awards 2026 tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga harapan. Kapolri berharap para pemenang Hoegeng Awards mampu menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya. Beliau juga menekankan bahwa penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari komitmen untuk terus menjaga nama baik institusi. Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawasi kinerja polisi, karena dengan kontrol sosial yang kuat, Polri akan semakin terpacu untuk berbenah.
Semangat yang ditunjukkan oleh Kapolri dalam mengenang Eyang Meri sejalan dengan upaya membangun budaya malu di lingkungan Polri. Seorang pemimpin yang baik adalah yang mampu mengingatkan bawahannya tentang pentingnya moral. Kehadiran sosok seperti Eyang Meri dalam sejarah kepolisian menjadi bukti bahwa keluarga juga ikut menentukan kualitas seorang aparat. Kapolri Kenang Eyang Meri di Malam Puncak Hoegeng Awards 2026 merupakan salah satu momen emosional yang menyadarkan bahwa integritas tidak pernah lekang oleh zaman.
Dengan terselenggaranya Hoegeng Awards 2026, diharapkan semakin banyak anggota Polri yang terinspirasi untuk bekerja dengan jujur, tulus, dan dekat dengan masyarakat. Penghargaan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara polisi dan publik, sekaligus menegaskan bahwa profesionalisme dan humanisme bisa berjalan beriringan. Semua ini tidak terlepas dari keteladanan yang telah ditunjukkan oleh Hoegeng dan Eyang Meri puluhan tahun silam.
Pada akhirnya, malam puncak yang khidmat itu tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi para hadirin, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh institusi kepolisian bahwa kekayaan sejati bukanlah materi, melainkan kepercayaan masyarakat. Kapolri melalui sambutannya telah menyampaikan pesan yang jelas: Polri harus terus berbenah, dan nilai-nilai luhur para pendahulu seperti Hoegeng dan Eyang Meri harus selalu menjadi kompas dalam setiap langkah pengabdian.




