Daftar Isi
STNK.CO.ID – 03 Juli 2026 | Hari Raya Nyepi tahun ini membawa dampak signifikan terhadap pola lalu lintas di Jawa Timur. Pemerintah daerah bersama operator transportasi dan kepolisian melakukan berbagai penyesuaian untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat yang tidak merayakan sekaligus menghormati umat Hindu yang menjalankan Catur Brata Penyepian. Lalu Lintas Jatim Waktu Nyepi menjadi perhatian khusus dengan diterapkannya rekayasa lalu lintas, penyesuaian jadwal angkutan umum, dan perluasan layanan publik.
Penyesuaian Transportasi Kereta Api dan LRT
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan evaluasi dan penyesuaian jadwal operasional untuk mengakomodasi perubahan permintaan selama Nyepi. Meskipun penyesuaian serupa telah diterapkan di LRT Jabodebek sejak pertengahan tahun lalu, prinsip yang sama diterapkan di Jawa Timur: mengalihkan beberapa perjalanan dari jam sepi ke jam sibuk pagi untuk mendistribusikan penumpang secara lebih merata. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyatakan bahwa langkah ini merupakan hasil evaluasi pola mobilitas pengguna yang terus berkembang. Di Jawa Timur, penyesuaian jadwal kereta komuter dan lokal juga dilakukan, khususnya di lintas Sidoarjo–Gresik dan Surabaya–Malang, agar kapasitas tersedia pada waktu yang tepat tanpa mengurangi jumlah perjalanan harian. Dengan demikian, Lalu Lintas Jatim Waktu Nyepi diharapkan tetap lancar meskipun ada pengurangan aktivitas di beberapa titik.
Bus Trans Jatim: Alternatif Transportasi Andalan
Bus Trans Jatim yang melayani rute Sidoarjo–Surabaya–Gresik menjadi salah satu andalan masyarakat selama Nyepi. Tarif murah Rp2.500 untuk pelajar dan Rp5.000 untuk umum membuat transportasi publik ini diminati. Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Gresik, Tarso Sagito, mengapresiasi rencana pengoperasian Trans Jatim yang dimulai sejak Agustus 2022 lalu. Pada saat Nyepi, jam operasional bus disesuaikan dengan kondisi lalu lintas, dengan interval keberangkatan 10–15 menit pada jam sibuk pagi dan sore, serta 30 menit pada siang hari. Halte-halte seperti Terminal Porong, Gadang, Tanggulangin, hingga Terminal Bunder di Gresik menjadi titik transit utama. Integrasi dengan Suroboyo Bus dan Commuter Line Sidoarjo–Gresik memberikan alternatif perjalanan yang lebih luas, mengurangi beban jalan raya dan mendukung kelancaran Lalu Lintas Jatim Waktu Nyepi.
Layanan Perpanjangan SIM Malam Hari
Untuk memudahkan masyarakat yang sibuk bekerja pada siang hari, Satlantas Polrestabes Surabaya membuka layanan perpanjangan SIM malam di Taman Bungkul melalui program SIM Taman Bungkul Night Service (Simanis). Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengatakan program ini dihadirkan agar masyarakat yang tidak sempat mengurus SIM pada jam kerja tetap bisa memperpanjang SIM saat libur Nyepi. Layanan beroperasi setiap Jumat dan Sabtu pukul 18.00–21.00 WIB, tanpa kuota, dan dapat diperpanjang hingga pukul 22.00 sesuai kebutuhan. Dengan adanya layanan ini, pengendara tetap dapat memenuhi persyaratan administrasi tanpa mengganggu aktivitas lalu lintas pada masa Nyepi. Hal ini juga membantu menjaga ketertiban Lalu Lintas Jatim Waktu Nyepi karena pengendara wajib memiliki SIM yang masih berlaku.
Penerapan Ganjil Genap dan Rekayasa Lalu Lintas
Kebijakan ganjil genap yang biasa diterapkan di Jakarta ternyata juga menjadi bahan pertimbangan di beberapa kota besar di Jawa Timur, terutama di Surabaya, untuk mengurangi kepadatan pada jam sibuk. Meskipun di Jakarta aturan ganjil genap berlaku di 25 ruas jalan dan 28 akses gerbang tol, di Jawa Timur penerapannya masih terbatas dan bersifat situasional. Selama Nyepi, kepolisian lalu lintas melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi peribadatan dan pusat keramaian. Pengendara diimbau untuk mematuhi rambu dan arahan petugas. Penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas, termasuk tilang bagi yang melanggar ganjil genap (jika diterapkan), tetap diberlakukan dengan denda maksimal Rp500.000 sesuai Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Semua upaya ini bertujuan untuk menciptakan Lalu Lintas Jatim Waktu Nyepi yang tertib, aman, dan lancar.
Integrasi Transportasi dan Harapan Masa Depan
Keberadaan Commuter Line Sidoarjo–Gresik dengan tarif Rp5.000 yang dioperasikan PT KAI turut mendukung mobilitas masyarakat. Dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Indro Gresik pukul 08.45, 12.40, dan 16.25 WIB, serta dari Stasiun Sidoarjo pukul 05.25, 10.00, dan 13.00 WIB, moda ini menjadi pilihan efisien yang mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Selama Nyepi, jadwal kereta komuter tetap berjalan normal dengan penyesuaian frekuensi sesuai permintaan. Kepala Dishub Jatim berharap masyarakat semakin beralih ke transportasi publik. Dengan integrasi antara bus Trans Jatim, Suroboyo Bus, dan kereta komuter, Lalu Lintas Jatim Waktu Nyepi dapat terkelola dengan baik. Evaluasi terus dilakukan untuk menyempurnakan pelayanan, termasuk penambahan halte, perpanjangan jam layanan, dan peningkatan frekuensi pada masa-masa khusus seperti Nyepi.
Secara keseluruhan, Lalu Lintas Jatim Waktu Nyepi tahun ini menunjukkan sinergi antara pemerintah, operator transportasi, dan kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Penyesuaian jadwal angkutan umum, perluasan layanan SIM, dan rekayasa lalu lintas menjadi kunci kelancaran mobilitas tanpa mengabaikan nilai-nilai toleransi. Diharapkan, langkah-langkah ini tidak hanya efektif pada momen Nyepi, tetapi juga dapat menjadi model untuk pengelolaan lalu lintas pada hari-hari besar keagamaan lainnya di Jawa Timur.




