Lalu Lintas Jatim Arus Mudik: Rekayasa, Kapal Tambahan, dan Pemisahan Logistik Disiapkan

By

Gonzalo Bariz Asentzio

3 Juli 2026, 06:51 WIB

Lalu Lintas Jatim Arus Mudik: Rekayasa, Kapal Tambahan, dan Pemisahan Logistik Disiapkan
Lalu Lintas Jatim Arus Mudik: Rekayasa, Kapal Tambahan, dan Pemisahan Logistik Disiapkan

STNK.CO.ID – 03 Juli 2026 | Menjelang puncak arus mudik Lebaran, pengelolaan Lalu Lintas Jatim Arus Mudik menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat. Berbagai strategi rekayasa lalu lintas, penambahan kapal feri, hingga pemisahan jalur penumpang dan barang disiapkan untuk memastikan perjalanan pemudik berjalan lancar dan aman. Kepolisian Daerah Jawa Timur bersama instansi terkait terus mematangkan persiapan di titik-titik rawan kemacetan, seperti jalur tol, arteri, dan pelabuhan penyeberangan.

Baca juga:

Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Darat

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalur darat, Polda Jawa Timur menyiapkan sejumlah opsi rekayasa lalu lintas. Salah satunya adalah penerapan sistem contraflow dan one way di ruas-ruas jalan yang rawan macet, seperti di wilayah Karawang hingga Cirebon—meski fokus Jatim lebih pada jalur timur menuju Surabaya dan Banyuwangi. Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana sebelumnya menyebutkan bahwa rekayasa bersifat situasional menyesuaikan volume kendaraan. Hal serupa diterapkan di Jatim, terutama di tol Trans Jawa dan jalur arteri di sekitar Mojokerto, Pasuruan, hingga Probolinggo. Petugas akan mengalihkan arus kendaraan ke jalur arteri jika tol mengalami kepadatan. Persiapan kondisi jalan, baik tol maupun arteri, terus dipastikan, termasuk perbaikan jembatan dan penerangan jalan.

Peran Kapolri dan Evaluasi Mudik 2025

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kelancaran arus mudik Lebaran 2025 yang berhasil menurunkan angka kecelakaan hingga 16 persen. Menurutnya, penerapan rekayasa lalu lintas yang tepat dan koordinasi antarinstansi menjadi kunci sukses. Tahun ini, strategi serupa akan dioptimalkan untuk Lalu Lintas Jatim Arus Mudik 2026. Polda Jatim juga akan mendirikan pos-pos pengamanan dan pelayanan di titik-titik strategis, termasuk di rest area dan pelabuhan, guna memberikan rasa aman bagi pemudik.

Operasional Penyeberangan di Pelabuhan Ketapang

Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sebagai pintu masuk utama menuju Bali, menjadi salah satu titik krusial. PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang mengoperasikan 28 hingga 30 kapal feri setiap hari untuk mempercepat penyeberangan dan mengurai antrean kendaraan. General Manajer ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menjelaskan bahwa seluruh dermaga dioptimalkan, termasuk Dermaga Bulusan, Dermaga LCM, dan Dermaga Ponton. Pengaturan dermaga disesuaikan dengan jenis kendaraan: kendaraan pribadi diprioritaskan di Dermaga MB I, MB II, MB III, dan Ponton, sementara kendaraan logistik besar dilayani di Dermaga MB IV dan LCM. Penerapan pola tiba-bongkar-berangkat (TBB) juga diterapkan untuk mempercepat siklus pelayaran.

Baca juga:

Di sisi darat, ASDP berkolaborasi dengan Satlantas Polresta Banyuwangi mengaktifkan kantong parkir di area Bulusan yang mampu menampung sekitar 400 kendaraan logistik. Sistem penundaan (delaying system) diterapkan pada truk golongan VI ke atas untuk menghindari penumpukan di pelabuhan. Kendaraan kecil dan pribadi dari arah selatan dialihkan melalui jalan lingkar Pelabuhan Ketapang guna mengurangi kepadatan di ruas arteri.

Rencana Kemenhub: Pemisahan Jalur Penumpang dan Logistik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menggodok kebijakan jangka menengah untuk memisahkan layanan angkutan penumpang dan logistik di lintas Selat Bali. Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi menyatakan bahwa Pelabuhan Celukan Bawang di Buleleng, Bali, akan ditingkatkan kapasitasnya sebagai pusat bongkar muat barang. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk, terutama saat Lalu Lintas Jatim Arus Mudik.

Menurut Menhub, pola pemisahan ini meniru kesuksesan di Selat Sunda (Merak-Bakauheni). Target operasional skema ini diharapkan sudah berjalan sebelum arus mudik Lebaran 2026 mendatang. Meski demikian, Kepala KSOP Kelas III Tanjungwangi, Purgana, mengaku belum menerima instruksi teknis resmi, sehingga koordinasi antarpemangku kepentingan masih terus dilakukan.

Baca juga:

Antisipasi Kemacetan di Titik Rawan Lain

Selain di pelabuhan, kemacetan juga sering terjadi di jalur darat yang menghubungkan kota-kota besar di Jatim. Pemerintah daerah dan kepolisian telah memetakan titik-titik rawan macet, seperti simpang susun, pasar tumpah, dan lokasi wisata. Rekayasa lalu lintas seperti sistem buka-tutup jalur, contraflow, dan one way akan diterapkan secara situasional. Kapasitas rest area dan tempat istirahat juga ditingkatkan untuk mengurangi parkir liar di bahu jalan.

Dari sisi keselamatan, Kapolri menginstruksikan jajaran untuk mengintensifkan patroli dan pemeriksaan kendaraan, terutama bus umum. Posko terpadu di sepanjang jalur mudik akan beroperasi 24 jam untuk memberikan pelayanan dan penanganan cepat jika terjadi kecelakaan.

Keseluruhan persiapan ini diharapkan mampu mengurai potensi kemacetan dan memberikan kenyamanan bagi pemudik. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, mematuhi rambu lalu lintas, dan memanfaatkan aplikasi pemantauan lalu lintas untuk menghindari jam sibuk. Dengan sinergi berbagai pihak, Lalu Lintas Jatim Arus Mudik tahun ini diharapkan lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Related Post