Korban Kebakaran Restoran di Bangkok Meningkat: 72 Luka-Luka, 45 Orang Hilang

By

Reshawnda Morgance

14 Juli 2026, 09:52 WIB

Korban Kebakaran Restoran di Bangkok Meningkat: 72 Luka-Luka, 45 Orang Hilang
Korban Kebakaran Restoran di Bangkok Meningkat: 72 Luka-Luka, 45 Orang Hilang

STNK.CO.ID – 14 Juli 2026 | Korban Kebakaran Restoran di Bangkok Naik Jadi 72 Orang 45 Masih Hilang. Kebakaran hebat yang melanda restoran Rong Beer di kawasan Lat Phrao, Bangkok, pada Kamis malam lalu menyebabkan jumlah korban luka-luka meningkat menjadi 72 orang, sementara 45 lainnya masih dinyatakan hilang. Peristiwa tragis ini mengguncang ibu kota Thailand, dengan Perdana Menteri Thailand menyebut bahwa asap tebal menjadi pemicu utama kepanikan yang menyebabkan banyak korban.

Baca juga:

Kronologi Kebakaran

Kebakaran mulai terlihat di dapur restoran yang berada di lantai dasar. Diduga api berasal dari kebocoran gas LPG yang kemudian meledak. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dalam waktu 10 menit, namun api telah menyebar ke lantai atas. Proses evakuasi terhambat oleh besarnya kobaran api dan asap tebal. Tim penyelamat menggunakan alat berat untuk membobol tembok dan tangga darurat untuk menyelamatkan korban yang masih terjebak.

Hingga saat ini, 72 orang telah dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan luka bakar dan gangguan pernapasan akibat menghirup asap. Sebagian besar korban dalam kondisi kritis. Sementara itu, 45 orang dilaporkan hilang dan belum dapat dihubungi. Keluarga korban berkumpul di sekitar lokasi kejadian dengan penuh kecemasan menunggu kabar.

Tanggapan Perdana Menteri Thailand

Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban dan keluarga. Ia menekankan pentingnya investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Dalam pernyataannya, PM mengatakan, “Asap yang sangat tebal menyebabkan kepanikan di antara pengunjung. Kami akan memastikan bahwa standar keselamatan di tempat-tempat umum ditingkatkan agar tragedi serupa tidak terulang lagi.” Pemerintah Thailand segera mengerahkan tim medis dan psikolog untuk membantu korban dan keluarga yang terdampak.

Baca juga:

Kebakaran Restoran Bangkok ini menjadi salah satu bencana kebakaran paling mematikan di Thailand dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand menunjukkan bahwa kebakaran di gedung komersial sering terjadi akibat kelalaian dalam pemeliharaan sistem listrik dan gas. Kasus ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan keselamatan kebakaran di tempat-tempat umum.

Upaya Pencarian dan Penyelamatan

Tim penyelamat terus melakukan pencarian terhadap 45 orang yang masih hilang. Proses penyisiran dilakukan dengan hati-hati mengingat bangunan yang rapuh. Anjing pelacak dan alat pendeteksi panas digunakan untuk mendeteksi keberadaan korban. Otoritas setempat juga membuka posko informasi dan hotline bagi keluarga yang mencari anggota keluarganya. Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban masih dimungkinkan bertambah seiring proses evakuasi yang belum selesai.

Para saksi mata mengatakan bahwa saat kejadian, restoran sedang penuh dengan pengunjung. Banyak dari mereka yang berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari jendela lantai dua dan tiga, menyebabkan cedera tambahan. Petugas kesehatan di lapangan melaporkan bahwa korban yang dirawat rata-rata menderita luka bakar derajat dua hingga tiga serta keracunan asap.

Baca juga:

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan kebakaran. Pemerintah daerah di Bangkok pun segera melakukan inspeksi mendadak ke restoran dan tempat hiburan lainnya untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengetahui jalur evakuasi darurat saat berada di tempat umum.

Korban Kebakaran Restoran di Bangkok Naik Jadi 72 Orang 45 Masih Hilang, dan angka ini masih bisa berubah. Tim penyelamat terus bekerja tanpa henti. Diharapkan korban hilang dapat segera ditemukan, baik dalam keadaan selamat maupun tidak. Duka mendalam menyelimuti Thailand, dan solidaritas dari berbagai pihak terus mengalir untuk membantu korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Related Post