Daftar Isi
Komisi IV DPR Dukung Kementan Perbaiki Harga Ayam di Tingkat Peternak
STNK.CO.ID – 19 Juli 2026 | Komisi IV DPR Dukung Kementan Perbaiki Harga Ayam di Tingkat Peternak merupakan langkah strategis untuk mengatasi fluktuasi harga yang merugikan peternak. Dalam keterangannya, Anggota Komisi IV DPR Herry Dermawan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menstabilkan harga ayam hidup minimal Rp19.500 per kilogram. Kebijakan ini dinilai krusial untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak nasional, terutama di tengah tantangan biaya produksi yang terus meningkat.
Latar Belakang Masalah Harga Ayam
Harga ayam hidup di tingkat peternak seringkali mengalami penurunan drastis, bahkan di bawah biaya produksi. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan, serta praktik distribusi yang belum efisien. Peternak mandiri menjadi pihak yang paling terdampak, karena mereka tidak memiliki daya tawar yang kuat dalam rantai pasok. Herry Dermawan menekankan bahwa intervensi pemerintah diperlukan untuk melindungi peternak dari kerugian berkepanjangan.
Dukungan Komisi IV DPR terhadap Kementan
Komisi IV DPR Dukung Kementan Perbaiki Harga Ayam di Tingkat Peternak melalui berbagai kebijakan, termasuk pengaturan pasokan dan penguatan peran Bulog. Herry Dermawan mengapresiasi langkah Kementan yang telah berkoordinasi dengan dinas peternakan daerah untuk memantau harga secara berkala. “Kami berharap harga acuan ini dapat segera diterapkan dan dipatuhi oleh seluruh pelaku usaha, sehingga peternak mendapatkan keuntungan yang layak,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat.
Target Harga Minimal Rp19.500 per Kilogram
Penetapan harga minimal Rp19.500 per kilogram di tingkat peternak diharapkan mampu menutup biaya produksi yang mencapai Rp18.000–Rp19.000 per kilogram. Dengan demikian, peternak dapat memperoleh margin keuntungan yang wajar. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi kendala, seperti adanya permainan harga oleh pedagang perantara. Untuk itu, Kementan bersama Komisi IV DPR akan memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran.
Dampak bagi Peternak Nasional
Stabilisasi harga ayam akan berdampak positif pada ribuan peternak kecil dan menengah di seluruh Indonesia. Mereka dapat merencanakan produksi dengan lebih pasti, tanpa khawatir harga anjlok saat panen. Selain itu, kebijakan ini juga mendorong peningkatan kualitas bibit dan pakan karena peternak memiliki likuiditas yang lebih baik. Herry Dermawan menambahkan bahwa kesejahteraan peternak merupakan prioritas, karena sektor perunggasan menyerap jutaan tenaga kerja.
Komisi IV DPR Dukung Kementan Perbaiki Harga Ayam di Tingkat Peternak juga mencakup insentif bagi peternak yang menerapkan sistem kandang tertutup dan biosekuriti ketat. Hal ini untuk meningkatkan daya saing produk ayam nasional di tengah persaingan global. Dengan dukungan penuh dari DPR, diharapkan kebijakan ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dalam jangka panjang, Komisi IV DPR mendorong Kementan untuk mengembangkan sistem informasi pasar yang transparan, sehingga peternak dapat mengakses data harga secara real-time. Selain itu, diversifikasi produk olahan ayam juga perlu didorong untuk menyerap kelebihan pasokan saat musim panen raya. Semua upaya ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem perunggasan yang sehat dan berkeadilan.
Sebagai penutup, dukungan Komisi IV DPR terhadap Kementan dalam memperbaiki harga ayam merupakan langkah konkret untuk melindungi peternak nasional. Dengan harga minimal Rp19.500 per kilogram, diharapkan peternak dapat bernapas lega dan terus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Pemerintah dan DPR berkomitmen untuk terus memantau perkembangan dan melakukan evaluasi secara berkala.




