Kisah Pilu Wanita Difabel di Jaksel: Diperkosa hingga Hamil, Polisi Masih Buru Pelaku

By

Audris Nakeesha

13 Juli 2026, 23:51 WIB

Kisah Pilu Wanita Difabel di Jaksel: Diperkosa hingga Hamil, Polisi Masih Buru Pelaku
Kisah Pilu Wanita Difabel di Jaksel: Diperkosa hingga Hamil, Polisi Masih Buru Pelaku

STNK.CO.ID – 13 Juli 2026 | Jakarta, KOMPAS.com – Sebuah peristiwa tragis mengguncang warga Jagakarsa, Jakarta Selatan. Seorang wanita difabel berinisial DH (25) menjadi korban pemerkosaan hingga mengalami kehamilan. Polisi dari Polres Metro Jakarta Selatan kini tengah memburu pelaku yang masih buron. Kasus ini kembali menyoroti kerentanan penyandang disabilitas terhadap tindak kekerasan seksual di Indonesia.

Baca juga:

Wanita Difabel di Jaksel Diperkosa hingga Hamil Polisi Buru Pelaku menjadi berita yang memicu keprihatinan publik. Menurut informasi yang dihimpun, DH adalah wanita dengan keterbatasan fisik atau mental yang membutuhkan perlindungan khusus. Namun, pelaku justru memanfaatkan kerentanan korbannya untuk melakukan tindakan bejat tersebut. Keluarga korban melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib setelah menyadari perubahan fisik pada DH yang kemudian diketahui hamil.

Kapolres Metro Jakarta Selatan melalui Kasat Reskrim membenarkan adanya laporan tersebut. “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi untuk segera melapor,” ujarnya dalam keterangan resmi. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti di tempat kejadian.

Kerentanan Difabel Terhadap Kekerasan Seksual

Kasus pemerkosaan terhadap wanita difabel di Jakarta Selatan ini bukanlah yang pertama. Penyandang disabilitas seringkali menjadi target empuk pelaku kekerasan seksual karena keterbatasan fisik atau mental yang menyulitkan mereka untuk melawan atau melapor. Data dari Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan menunjukkan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap perempuan difabel terus meningkat setiap tahunnya.

Dalam kasus DH, pelaku diduga merupakan orang terdekat atau yang dikenal korban. Polisi masih terus mendalami motif dan identitas pelaku. “Kami tidak akan berhenti sampai pelaku tertangkap. Kejahatan seperti ini tidak bisa ditoleransi,” tegas Kasat Reskrim.

Baca juga:

Langkah Hukum dan Dukungan bagi Korban

Setelah laporan diterima, polisi segera mengambil langkah-langkah penyelidikan. Tim dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan turun langsung melakukan pendampingan terhadap DH dan keluarganya. Korban juga telah dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis dan psikologis.

Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. “Serahkan sepenuhnya kepada kami. Kami akan bekerja profesional untuk mengungkap kasus ini,” tambahnya. Sementara itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang fokus pada isu disabilitas juga turut memberikan dukungan hukum dan psikososial bagi DH.

Keluarga korban berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal. “Kami hanya ingin keadilan. Anak saya tidak seharusnya mengalami ini,” ujar ibunda DH dengan mata berkaca-kaca.

Pentingnya Perlindungan bagi Difabel

Peristiwa Wanita Difabel di Jaksel Diperkosa hingga Hamil Polisi Buru Pelaku menyadarkan kita akan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan. Pemerintah dan masyarakat perlu memperkuat sistem perlindungan, termasuk akses terhadap pendidikan seksualitas yang ramah difabel, serta layanan pengaduan yang mudah diakses. Selain itu, lingkungan yang aman dan inklusif harus diciptakan agar penyandang disabilitas tidak merasa terisolasi.

Baca juga:

Polisi juga mengingatkan bahwa pelaku kekerasan seksual dapat dikenakan Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun, serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jika korban di bawah umur. Dalam kasus ini, DH adalah wanita dewasa, namun status difabelnya menjadi pertimbangan pemberatan hukuman berdasarkan UU Penyandang Disabilitas.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus melakukan pengejaran. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan proaktif melaporkan hal-hal mencurigakan. Semoga kasus Wanita Difabel di Jaksel Diperkosa hingga Hamil Polisi Buru Pelaku ini segera terungkap dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih melindungi kaum difabel.

Kita semua berharap agar DH mendapatkan keadilan dan pulih dari trauma yang mendalam. Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa kekerasan seksual adalah kejahatan yang harus diberantas tanpa pandang bulu. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi setiap warga, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan.

Related Post