STNK.CO.ID – 23 Juli 2026 | Kepala BNN Cerita Keberhasilan Tangkap Dewi Astutik Buron Kasus 2 Ton Sabu dalam sebuah pengarahan pers di Jakarta, Jumat lalu. Komjen Suyudi Ario Seto, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, menceritakan secara detail perjalanan panjang yang dilalui untuk menangkap Paryatin alias Dewi Astutik, aktor intelektual di balik penyelundupan 2 ton sabu yang menggemparkan Indonesia.
Latar Belakang Kasus
Kasus penyelundupan sabu seberat 2 ton ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah pemberantasan narkotika di Indonesia. Jaringan internasional yang terlibat berhasil digagalkan setelah penyelidikan intensif selama berbulan-bulan. Dewi Astutik, yang menjadi buronan utama, diketahui berperan sebagai otak di balik operasi tersebut.
Perjalanan Panjang Penangkapan
Keberhasilan ini merupakan bukti komitmen BNN dalam memberantas peredaran narkoba. Kepala BNN Cerita Keberhasilan Tangkap Dewi Astutik Buron Kasus 2 Ton Sabu sebagai bagian dari upaya menutup celah jaringan narkoba internasional. Penangkapan dilakukan pada awal bulan ini setelah pengintaian ketat selama dua minggu.
Dampak dan Tindak Lanjut
Dengan tertangkapnya Dewi Astutik, BNN berhasil memutus rantai distribusi sabu yang diperkirakan akan diedarkan di beberapa kota besar di Indonesia. Saat ini, tersangka masih dalam proses ekstradisi ke Indonesia untuk menjalani proses hukum. BNN juga tengah mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan lainnya yang terkait.
Kepala BNN Cerita Keberhasilan Tangkap Dewi Astutik Buron Kasus 2 Ton Sabu juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan melaporkan kegiatan mencurigakan terkait narkoba.
Penutup
Penangkapan Dewi Astutik menjadi momentum penting bagi pemberantasan narkoba di Indonesia. BNN bertekad untuk terus memburu buronan lainnya dan memperkuat kerja sama internasional. Keberhasilan ini diharapkan menjadi efek jera bagi pelaku kejahatan narkotika. Kepala BNN Cerita Keberhasilan Tangkap Dewi Astutik Buron Kasus 2 Ton Sabu sebagai bukti bahwa tidak ada tempat yang aman bagi para pengedar narkoba.




