Kemenpar Kembangkan Paket Wisata Konser K-Pop untuk Dongkrak Devisa

By

ghizlan Gilah

23 Juli 2026, 20:51 WIB

Kemenpar Kembangkan Paket Wisata Konser K-Pop untuk Dongkrak Devisa
Kemenpar Kembangkan Paket Wisata Konser K-Pop untuk Dongkrak Devisa

STNK.CO.ID – 23 Juli 2026 | Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tengah mengembangkan paket wisata konser K-Pop sebagai strategi untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) sekaligus mencegah kebocoran devisa. Langkah ini diambil menyusul popularitas musik K-Pop yang terus melambung di Asia Tenggara dan dunia. Dengan menggandeng penyelenggara konser dan pelaku industri pariwisata, Kemenpar berharap dapat mengemas pengalaman menonton konser dengan paket perjalanan yang menarik, sehingga wisman tidak perlu pergi ke Korea Selatan untuk menikmati konser idola mereka.

Baca juga:

Potensi Kemenpar Kembangkan Paket Wisata Konser K-Pop untuk Dongkrak Devisa sangat besar. Indonesia sendiri telah beberapa kali menjadi tuan rumah konser grup K-Pop ternama seperti BTS, Blackpink, dan EXO, yang selalu menarik puluhan ribu penonton dari berbagai negara. Sayangnya, sebagian besar tiket dan paket perjalanan masih dijual oleh agen luar negeri, sehingga devisa tidak sepenuhnya masuk ke Indonesia. Melalui kolaborasi dengan agen perjalanan lokal, hotel, dan restoran, Kemenpar ingin memastikan setiap konser K-Pop di Indonesia memberi dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha nasional.

Menteri Pariwisata menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemulihan sektor pariwisata pasca-pandemi. Targetnya, pada 2025, kunjungan wisman melalui concert tourism dapat meningkat 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, paket wisata ini juga akan menyertakan destinasi wisata unggulan di sekitar lokasi konser, seperti Borobudur, Bali, atau Labuan Bajo, sehingga wisman mendapat pengalaman lebih dari sekadar menonton konser.

Strategi Kolaborasi dan Pemasaran

Kemenpar akan bekerja sama dengan promotor konser, maskapai penerbangan, dan penyedia akomodasi untuk menciptakan paket terintegrasi. Paket tersebut meliputi tiket konser, penerbangan, hotel, serta tur singkat ke objek wisata terdekat. Tidak hanya itu, Kemenpar juga akan memanfaatkan platform digital untuk memasarkan paket ini ke pasar Tiongkok, Jepang, dan Australia, yang selama ini menjadi pangsa utama konser K-Pop.

Baca juga:

Selain pemasaran digital, Kemenpar juga akan mengadakan familiarization trip bagi agen perjalanan asing untuk mempromosikan paket Kemenpar Kembangkan Paket Wisata Konser K-Pop untuk Dongkrak Devisa. Dengan begitu, agen perjalanan di negara asal dapat lebih mudah menjual paket tersebut kepada calon wisman. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi concert tourism di Asia.

Dampak Ekonomi dan Pencegahan Kebocoran Devisa

Salah satu fokus utama program ini adalah mencegah kebocoran devisa yang selama ini terjadi akibat wisman lebih memilih menonton konser di Korea Selatan. Menurut data Kemenpar, setiap konser K-Pop di luar negeri dapat menghasilkan pengeluaran hingga 300 dolar AS per orang, yang sebagian besar mengalir ke ekonomi tuan rumah. Dengan mengembangkan paket wisata ini, Indonesia dapat merebut pangsa pasar tersebut.

Selain devisa, sektor lain seperti transportasi, perhotelan, dan kuliner juga akan diuntungkan. Misalnya, konser yang diadakan di Jakarta atau Surabaya akan mendorong okupansi hotel hingga 90% pada hari konser. Bahkan, kota-kota seperti Bandung dan Yogyakarta juga berpotensi menjadi destinasi tambahan bagi wisman yang datang untuk konser.

Baca juga:

Oleh karena itu, Kemenpar Kembangkan Paket Wisata Konser K-Pop untuk Dongkrak Devisa bukan hanya sekadar program jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang untuk memajukan pariwisata Indonesia. Dengan popularitas K-Pop yang terus bertambah, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat concert tourism di kawasan.

Kemenpar optimistis bahwa inovasi ini akan membawa angin segar bagi industri pariwisata yang sempat terpuruk. Melalui promosi masif dan sinergi dengan pelaku industri, target peningkatan kunjungan wisman dan devisa diyakini dapat tercapai.

Author Image

Related Post