Daftar Isi
STNK.CO.ID – 01 Juli 2026 | Persaingan sengit di Moto3 Belanda 2026 menyisakan cerita dramatis, terutama bagi pembalap Indonesia Veda Ega Pratama dan rivalnya David Almansa. Momen Jadi penghancur Veda saat urutan 1, David Almansa seperti kena getahnya usai dikalahkan murid Marc Marquez lagi menjadi sorotan utama setelah balapan di Sirkuit Assen, Minggu (28/6/2026). Veda yang sempat memimpin balapan justru mengalami kecelakaan, sementara Almansa yang sebelumnya menghalau Veda dari posisi terdepan harus puas finis kedua setelah dikalahkan oleh Maximo Quiles, murid dari legenda Marc Marquez.
Kronologi Balapan: Veda Memimpin Sebelum Crash
Veda Ega Pratama, pembalap Honda Team Asia, memulai balapan dari posisi ketujuh. Dengan start yang baik, ia perlahan merangsek ke barisan depan. Pada lap ketiga, Veda berhasil menembus zona podium dan bahkan memimpin lomba setelah melewati Maximo Quiles dan David Almansa. Namun, keunggulannya hanya bertahan dua tikungan sebelum Quiles dan Almansa kembali merebut posisi. Veda terus berjuang hingga akhirnya mengalami kecelakaan di putaran kedelapan, tikungan 4-5, saat ia berada di posisi keenam. Roda belakang motornya selip dan membuatnya terjatuh, sehingga ia tidak dapat melanjutkan balapan dan pulang tanpa poin.
Kecelakaan ini langsung mengubah peta persaingan. Sebelum balapan, Veda berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan 82 poin. Karena gagal finis, poinnya tidak bertambah, sehingga posisinya melorot. Sementara itu, Hakim Danish dari Malaysia yang berhasil finis di posisi kesepuluh menambah 9 poin, total menjadi 82 poin, sama dengan Veda. Dengan tie-break, Hakim Danish berhak naik ke peringkat keenam, menggeser Veda ke posisi ketujuh.
David Almansa: Dari Penghancur Veda Menjadi Korban
David Almansa, pembalap andalan IntactGP, menjadi pusat perhatian setelah berhasil menghalau Veda saat memimpin. Namun, nasibnya berbalik di akhir lomba. Almansa yang sempat memimpin balapan justru dikalahkan oleh Maximo Quiles, yang dikenal sebagai murid dari juara dunia Marc Marquez. Quiles mampu mempertahankan kecepatan dan meraih kemenangan, meninggalkan Almansa di posisi kedua. Situasi ini menggambarkan Jadi penghancur Veda saat urutan 1, David Almansa seperti kena getahnya usai dikalahkan murid Marc Marquez lagi. Almansa yang sebelumnya menjadi batu sandungan bagi Veda, kini harus merasakan pahitnya finis di belakang Quiles.
Almansa sendiri sebenarnya tampil impresif sepanjang seri Belanda. Ia mampu bersaing ketat di barisan depan dan bahkan memimpin beberapa lap. Namun, pada akhirnya ia harus mengakui keunggulan Quiles yang lebih stabil. Hasil ini menambah daftar panjang rivalitas antara kedua pembalap, di mana Quiles sering kali keluar sebagai pemenang.
Dampak pada Klasemen: Quiles Kokoh, Veda Terlempar
Kemenangan Maximo Quiles di Assen membuatnya semakin kokoh di puncak klasemen sementara Moto3 2026 dengan 211 poin dari 10 seri. Posisi kedua ditempati Alvaro Carve dengan 121 poin, sedangkan David Almansa turun ke peringkat ketiga dengan 109 poin. Brian Uriarte dan Marco Morelli menyusul dengan 102 poin masing-masing. Sementara itu, Veda Ega yang sebelumnya di peringkat keenam harus rela diambil alih posisinya oleh Hakim Danish. Keduanya sama-sama mengoleksi 82 poin, tetapi Hakim unggul dalam jumlah finis.
Klasemen sementara Moto3 2026: 1. Maximo Quiles (211 poin), 2. Alvaro Carve (121 poin), 3. David Almansa (109 poin), 4. Brian Uriarte (102 poin), 5. Marco Morelli (102 poin), 6. Hakim Danish (82 poin), 7. Veda Ega (82 poin), 8. Valentin Perrone (79 poin), 9. David Munoz (52 poin), 10. Guido Pini (48 poin).
Apresiasi untuk Hakim Danish: Mentor Bangga
Di balik kekecewaan Veda, ada cerita sukses dari Hakim Danish. Pembalap muda Malaysia ini berhasil memanfaatkan kecelakaan Veda untuk melesat di klasemen. Mentornya, Zulfahmi Khairuddin, memberikan apresiasi tinggi atas performa Danish. Menurutnya, Danish menunjukkan konsistensi dan mental juara meskipun masih berstatus rookie. Jadi penghancur Veda saat urutan 1, David Almansa seperti kena getahnya usai dikalahkan murid Marc Marquez lagi tidak hanya menggambarkan nasib Almansa, tetapi juga membuka peluang bagi pembalap lain seperti Danish untuk naik daun.
Hakim Danish sendiri mengaku senang dengan hasilnya. Ia berharap bisa terus bersaing di seri-seri berikutnya. Sementara itu, Veda harus segera bangkit. Seri selanjutnya akan berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Jerman, pada 10-12 Juli 2026. Ini menjadi kesempatan bagi Veda untuk memperbaiki posisi dan membuktikan bahwa kecelakaan di Assen hanyalah insiden biasa.
Kesimpulan
Balapan Moto3 Belanda 2026 memberikan drama yang tak terlupakan. Veda Ega Pratama yang sempat di puncak harus menerima kenyataan pahit akibat crash, sementara David Almansa yang menjadi penghalang Veda justru harus mengakui ketangguhan Maximo Quiles. Ungkapan Jadi penghancur Veda saat urutan 1, David Almansa seperti kena getahnya usai dikalahkan murid Marc Marquez lagi menjadi cermin bagaimana persaingan di Moto3 begitu dinamis. Kini, perhatian tertuju pada seri Jerman yang akan menjadi ajang pembuktian bagi Veda dan para rivalnya. Bisakah Veda bangkit? Atau justru David Almansa akan kembali menjadi penghancur? Kita tunggu saja.




