Istana Belum Bahas Pengganti Wakil Menteri Pertanian: Suksesi Pasca-Sudaryono Pimpin BGN

By

Rohana Margery Hortensia

23 Juli 2026, 22:51 WIB

Istana Belum Bahas Pengganti Wakil Menteri Pertanian: Suksesi Pasca-Sudaryono Pimpin BGN
Istana Belum Bahas Pengganti Wakil Menteri Pertanian: Suksesi Pasca-Sudaryono Pimpin BGN

STNK.CO.ID – 23 Juli 2026 | Pemerintah hingga saat ini belum membahas pengganti posisi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) yang ditinggalkan Sudaryono setelah ia dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Istana belum bahas pengganti Wakil Menteri Pertanian setelah Sudaryono dilantik pimpin BGN, demikian pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Jakarta, Senin (20/1).

Baca juga:

Latar Belakang Mutasi

Sudaryono resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala BGN pada awal Januari lalu. Badan baru ini bertugas mengoordinasikan program-program gizi nasional, termasuk penanganan stunting dan perbaikan pola makan masyarakat. Sebelumnya, Sudaryono menjabat Wamentan sejak 2022, mendampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Kepergian Sudaryono dari Kementerian Pertanian menyisakan satu kursi kosong di pimpinan kementerian. Meski posisi Wamentan tidak sepenuhnya vital karena Menteri Pertanian masih dapat menjalankan tugas, namun peran wakil menteri sangat penting dalam mempercepat kebijakan, terutama terkait ketahanan pangan dan distribusi pupuk.

Reaksi dan Analisis

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Asep Nurjaman, menilai bahwa lambatnya pembahasan pengganti Wamentan menunjukkan prioritas pemerintah saat ini lebih kepada pembentukan lembaga baru BGN. “Istana Belum Bahas Pengganti Wakil Menteri Pertanian setelah Sudaryono dilantik pimpin BGN bisa jadi karena fokus pada transisi BGN. Tapi jangan sampai kekosongan ini menghambat program pertanian,” ujarnya.

Baca juga:

Sejumlah nama muncul sebagai calon pengganti, seperti Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian dan beberapa tokoh dari kalangan akademisi. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada sinyal dari Istana mengenai kapan proses seleksi akan dimulai. Istana belum bahas pengganti Wakil Menteri Pertanian setelah Sudaryono dilantik pimpin BGN, menandakan bahwa pemerintah masih mengevaluasi kebutuhan.

Dampak Kekosongan Jabatan

Kementerian Pertanian saat ini tengah menghadapi sejumlah tantangan, termasuk ancaman krisis pangan global dan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas petani. Kekosongan Wamentan dikhawatirkan akan memperlambat pengambilan keputusan strategis, meskipun Menteri Pertanian tetap memegang kendali penuh.

Di sisi lain, pengamat kebijakan publik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menilai bahwa pengisian jabatan Wamentan bisa menjadi momentum untuk menyegarkan jajaran pimpinan. “Pemerintah perlu mencari figur yang memiliki kompetensi di bidang pertanian dan mampu berkoordinasi dengan lintas sektor,” kata peneliti CSIS, Ahmad Khoirul Umam.

Baca juga:

Istana belum bahas pengganti Wakil Menteri Pertanian setelah Sudaryono dilantik pimpin BGN, namun publik menanti kepastian. Proses yang transparan dan cepat diharapkan dapat mengisi kekosongan tanpa mengganggu kinerja kementerian. Kita akan terus memantau perkembangan ini.

Kesimpulannya, meskipun Istana belum membahas pengganti, namun hal ini wajar dalam transisi kelembagaan. Pemerintah harus segera menentukan langkah untuk memastikan program pertanian berjalan optimal. Masyarakat berharap pengganti Wamentan segera diumumkan agar roda pembangunan pertanian tidak terhambat.

Related Post