Iran Siaga Pertahanan Total: Ghalibaf Tuding AS Ingkari Kesepakatan

By

Mas Sigit

11 Juli 2026, 14:51 WIB

Iran Siaga Pertahanan Total: Ghalibaf Tuding AS Ingkari Kesepakatan
Iran Siaga Pertahanan Total: Ghalibaf Tuding AS Ingkari Kesepakatan

STNK.CO.ID – 11 Juli 2026 | Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf baru-baru ini menyatakan bahwa negaranya telah meningkatkan kewaspadaan pertahanan ke level tertinggi menyusul serangan Amerika Serikat terhadap Iran dan pembatalan sepihak gencatan senjata. Pernyataan ini mencuat dalam sebuah sesi parlemen yang tegang, menandai eskalasi terbaru dalam hubungan kedua negara yang sudah lama memburuk. Kejadian ini memperkuat narasi bahwa Iran Siaga Pertahanan Total Ghalibaf AS Ingkari Nota Kesepahaman menjadi pusat perhatian global.

Baca juga:

Latar Belakang Ketegangan

Hubungan Iran-AS telah berada dalam titik nadir sejak keluarnya AS dari Kesepakatan Nuklir (JCPOA) pada 2018. Meskipun terdapat upaya diplomasi melalui perundingan di Wina, implementasi nota kesepahaman yang pernah disepakati kerap terhambat. Dalam perkembangan terbaru, AS dikabarkan melancarkan serangan militer di wilayah Iran tanpa pemberitahuan sebelumnya, yang memicu respons keras dari Teheran.

Ghalibaf dalam pidatonya menegaskan bahwa tindakan AS merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan mengingkari nota kesepahaman yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Ia menyebut aksi sepihak ini sebagai bentuk agresi yang tidak dapat ditoleransi.

Pernyataan Ghalibab tentang Pertahanan Total

Dalam pernyataannya, Ghalibaf mengatakan, “Iran telah mengaktifkan sistem pertahanan total untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasional. Kami tidak akan mundur selangkah pun dalam menjaga integritas wilayah.” Ia juga menambahkan bahwa parlemen telah memberikan wewenang penuh kepada pemerintah dan militer untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Baca juga:

Konsep “pertahanan total” yang digunakan mengacu pada doktrin militer Iran yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan infrastruktur dalam menghadapi ancaman eksternal. Ini termasuk pengerahan pasukan cadangan, penguatan posisi perbatasan, dan kesiapan rudal balistik.

Reaksi Internasional

Komunitas internasional bereaksi cepat terhadap pernyataan Ghalibaf. PBB melalui juru bicaranya menyerukan pengendalian diri dan dialog untuk mencegah konflik yang lebih luas. Sementara itu, negara-negara tetangga seperti Irak dan Turki menyatakan kekhawatiran akan dampak regional jika ketegangan ini meningkat menjadi perang terbuka.

Beberapa analis politik menilai bahwa langkah AS dinilai sebagai provokasi yang dapat memicu perang besar di Timur Tengah. Di sisi lain, para pendukung garis keras di Iran menyambut baik sikap tegas pemerintah.

Baca juga:

Dampak Terhadap Stabilitas Regional

Ketegangan Iran-AS juga mempengaruhi harga minyak global. Harga minyak mentah langsung melonjak setelah pengumuman status siaga penuh Iran, karena negara itu adalah salah satu produsen utama OPEC. Pasar saham di kawasan Teluk juga mengalami tekanan akibat kekhawatiran akan gangguan pasokan energi.

Selain itu, milisi pro-Iran di Yaman dan Suriah dikabarkan juga meningkatkan kesiapsiagaan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas ke luar perbatasan Iran.

Kesimpulan

Pernyataan Ghalibaf bahwa Iran Siaga Pertahanan Total Ghalibaf AS Ingkari Nota Kesepahaman menjadi pengingat akan kerapuhan perdamaian di Timur Tengah. Langkah AS yang dianggap mengingkari kesepakatan diplomatik telah memicu respons keras dari Teheran. Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari kedua belah pihak: apakah akan ada upaya de-eskalasi atau justru konfrontasi militer terbuka. Yang jelas, stabilitas kawasan dan keamanan global berada dalam taruhan.

Author Image

Author

Mas Sigit

Related Post