Daftar Isi
STNK.CO.ID – 18 Juli 2026 | Gempa M 5 4 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe Sulut terjadi pada 17 Juli 2026, mengguncang wilayah Tahuna dan sekitarnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 ini berpusat di laut, tepatnya 257 kilometer barat laut Tahuna, dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada pada koordinat 6,12 Lintang Utara dan 126,38 Bujur Timur.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa. Meskipun demikian, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Getaran gempa dirasakan cukup kuat oleh sebagian warga di Tahuna, terutama mereka yang berada di lantai atas bangunan. Beberapa warga dilaporkan sempat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Analisis Gempa Bumi di Laut
Dampak dan Respons Masyarakat
Pasca gempa, warga Tahuna dan sekitarnya masih dalam keadaan siaga. Beberapa warga yang panik memilih untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. Pemerintah setempat bersama BPBD langsung melakukan koordinasi untuk memantau situasi. Hingga saat ini, tidak ada peringatan tsunami karena gempa tidak berpotensi menimbulkan gelombang besar. Masyarakat diminta untuk tidak mempercayai berita bohong yang beredar di media sosial.
Tim dari BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan. Hingga akhir berita ini ditulis, terpantau beberapa gempa susulan dengan magnitudo kecil yang tidak berbahaya. Meskipun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi gempa susulan yang bisa terjadi kapan saja.
Sejarah Kegempaan di Sangihe
Wilayah Kepulauan Sangihe memang tidak asing dengan gempa bumi. Beberapa kejadian gempa signifikan pernah tercatat di daerah ini, termasuk gempa berkekuatan M 6,2 pada tahun 2020 yang menyebabkan kerusakan ringan. Letak geografis yang berada di Cincin Api Pasifik membuat Sangihe rawan terhadap gempa dan letusan gunung berapi. Untuk itu, edukasi mitigasi bencana terus digalakkan oleh pemerintah daerah.
Dalam menghadapi situasi seperti Gempa M 5 4 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe Sulut, penting bagi masyarakat untuk selalu mengikuti arahan dari otoritas resmi. BMKG mengingatkan agar warga tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Selalu periksa informasi melalui kanal resmi BMKG atau pemerintah setempat.
Langkah Antisipasi Warga
Warga diimbau untuk menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan dasar seperti air, makanan, obat-obatan, dokumen penting, dan senter. Selain itu, setiap keluarga sebaiknya memiliki rencana evakuasi dan titik kumpul yang disepakati. Sekolah dan perkantoran diharapkan rutin melakukan simulasi gempa untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Pasca gempa, sebaiknya warga memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal. Jika ditemukan retakan atau kerusakan, segera laporkan ke pihak berwenang. Hindari memasuki bangunan yang sudah terlihat tidak aman. Listrik dan gas sebaiknya dimatikan sementara untuk mencegah kebakaran.
Kesimpulan
Gempa M 5,4 di Tahuna, Kepulauan Sangihe, menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Meskipun belum ada laporan kerusakan, kewaspadaan tidak boleh kendur. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk. Dengan mitigasi yang baik, dampak gempa dapat diminimalisir.




