Foto Antonio Rattin: Simbol Luka Rivalitas Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

By

Audris Nakeesha

19 Juli 2026, 20:08 WIB

Foto Antonio Rattin: Simbol Luka Rivalitas Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Foto Antonio Rattin: Simbol Luka Rivalitas Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

STNK.CO.ID – 19 Juli 2026 | Semifinal Piala Dunia 2026 mempertemukan dua raksasa sepak bola, Inggris dan Argentina, dalam duel yang sarat sejarah dan emosi. Di balik tensi tinggi yang menyelimuti pertandingan di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, terdapat kenangan pahit yang terus hidup, salah satunya diabadikan dalam foto Antonio Rattin yang legendaris. Foto tersebut menjadi simbol awal rivalitas panas antara kedua negara yang telah berlangsung selama enam dekade.

Baca juga:

Sejarah Panjang Rivalitas Inggris vs Argentina

Rivalitas Inggris dan Argentina tidak hanya tentang sepak bola, melainkan juga mencakup dimensi politik dan harga diri bangsa. Akar perseteruan ini dapat ditelusuri kembali ke Perang Falklands (Malvinas) pada 1982, namun permusuhan di lapangan hijau sudah dimulai jauh sebelumnya. Salah satu momen paling kontroversial terjadi pada perempat final Piala Dunia 1966 di Wembley, yang diabadikan dalam foto Antonio Rattin saat kapten Argentina itu diusir wasit Rudolf Kreitlein.

Keputusan Kreitlein yang mengusir Rattin tanpa peringatan kartu—karena sistem kartu belum diperkenalkan hingga 1970—memicu kemarahan besar di kubu Argentina. Banyak yang percaya bahwa Inggris mendapat perlakuan istimewa sebagai tuan rumah, sementara Argentina diperlakukan tidak adil. Insiden ini kemudian dikenal sebagai ‘el robo del siglo’ atau perampokan abad ini, dan foto Antonio Rattin yang menunjukkan ekspresi frustrasinya menjadi ikon ketidakadilan yang dirasakan Argentina.

Antonio Rattin: Kapten yang Menjadi Korban

Antonio Rattin, gelandang tangguh Argentina, memimpin timnya dengan penuh semangat. Namun, dalam pertandingan yang berlangsung brutal dan penuh fisik, Kreitlein menganggap Rattin terlalu agresif. Pengusiran itu langsung mengubah jalannya pertandingan, dan Argentina akhirnya kalah 1-0. Foto Antonio Rattin yang diambil saat ia meninggalkan lapangan dengan wajah kecewa sering digunakan untuk menggambarkan permusuhan yang mendalam antara kedua tim. Hingga kini, foto tersebut menjadi bahan diskusi di kalangan penggemar sepak bola, terutama saat kedua tim kembali bertemu di ajang besar.

Baca juga:

Dari Perang Falklands ke ‘Hand of God’

Rivalitas semakin memuncak setelah Perang Falklands 1982, di mana Inggris dan Argentina terlibat konflik militer. Empat tahun kemudian, Piala Dunia 1986 menjadi ajang balas dendam Argentina. Diego Maradona mencetak gol kontroversial ‘Hand of God’ dan kemudian gol spektakuler yang membuat Argentina menang 2-1. Momen itu menjadi luka baru bagi Inggris. Selanjutnya, pada Piala Dunia 1998, David Beckham menerima kartu merah setelah dianggap melakukan provokasi terhadap Diego Simeone, menambah daftar panjang dendam yang terus bergulir.

Kini, enam dekade setelah insiden Rattin, kedua negara kembali bersua di semifinal Piala Dunia 2026. Bagi generasi baru, foto Antonio Rattin mungkin hanya sekadar gambar hitam-putih, tetapi maknanya tetap hidup. Laga ini tidak hanya memperebutkan tiket ke final, melainkan juga menjadi ajang pembuktian harga diri masing-masing bangsa.

Messi vs Bellingham: Duel Pewaris Takhta

Di atas lapangan, sorotan tertuju pada dua pemain bintang: Lionel Messi (Argentina) dan Jude Bellingham (Inggris). Messi, yang berusia 39 tahun, tengah menjalani Piala Dunia keenamnya dengan performa gemilang—8 gol dan 2 assist. Di sisi lain, Bellingham, baru 23 tahun, menjadi motor permainan Inggris. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, berharap timnya bisa kembali ke permainan menyerang yang menjadi ciri khas mereka. Sementara kiper Inggris, Jordan Pickford, mengakui kehebatan Messi tetapi juga percaya diri dengan kekuatan timnya.

Baca juga:

Meskipun fokus tertuju pada duel individu, sejarah tetap menjadi latar belakang yang tak terhindarkan. Foto Antonio Rattin kembali muncul di media sosial dan berbagai platform sebagai pengingat bahwa permusuhan ini sudah berlangsung lama. Apakah Argentina akan membalas kekalahan 1966? Atau Inggris akan menegaskan dominasinya?

Analisis: Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Menurut pengamat sepak bola, Gigih W, pertandingan ini memiliki dimensi geopolitik yang kuat. “Kalau bicara historis, kita tidak bisa lepas dari aspek geopolitik. Rivalitas Inggris dan Argentina memang mencapai puncaknya setelah Perang Falklands, tetapi sebenarnya sudah dimulai jauh sebelumnya,” ujarnya dalam podcast Super Taktik. Ia menambahkan bahwa setiap pertemuan kedua tim selalu diwarnai emosi tinggi, dan semifinal kali ini tidak terkecuali. Penggunaan foto Antonio Rattin sebagai simbol perlawanan Argentina masih relevan hingga saat ini.

Kesimpulan

Semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina bukanlah sekadar pertandingan sepak bola. Ia adalah cerminan dari luka, dendam, dan harga diri yang telah terpendam selama lebih dari setengah abad. Foto Antonio Rattin menjadi saksi bisu dimulanya rivalitas ini. Kini, generasi baru pemain seperti Messi dan Bellingham akan menulis babak baru dalam sejarah panjang ini. Siapa pun yang menang, satu hal pasti: kenangan tentang Antonio Rattin tidak akan pernah pudar, dan fotonya akan terus menjadi pengingat betapa dalamnya permusuhan antara Inggris dan Argentina.

Related Post