FC Bekasi City Ingin Pindah ke Stadion Wibawa Mukti, Bersama Aksi Solidaritas dan Kecelakaan Maut Warnai Berita Bekasi Hari Ini

By

Whitney Riany

5 Juli 2026, 04:40 WIB

FC Bekasi City Ingin Pindah ke Stadion Wibawa Mukti, Bersama Aksi Solidaritas dan Kecelakaan Maut Warnai Berita Bekasi Hari Ini
FC Bekasi City Ingin Pindah ke Stadion Wibawa Mukti, Bersama Aksi Solidaritas dan Kecelakaan Maut Warnai Berita Bekasi Hari Ini

STNK.CO.ID – 05 Juli 2026 | Berita Bekasi hari ini diwarnai sejumlah peristiwa penting, mulai dari ambisi klub sepak bola FC Bekasi City yang ingin menjadikan Stadion Wibawa Mukti Cikarang sebagai markas baru di Liga 2 musim depan, hingga aksi solidaritas komunitas seni yang mendukung Band Sukatani. Tak ketinggalan, kecelakaan maut akibat rem blong dan laporan pemalsuan tanda tangan perusahaan turut menjadi sorotan. Berikut rangkuman berita Bekasi hari ini yang patut Anda ketahui.

Baca juga:

FC Bekasi City Incar Stadion Wibawa Mukti sebagai Kandang Baru

FC Bekasi City, klub sepak bola profesional yang tengah berbenah, mengumumkan rencana untuk memindahkan homebase ke Stadion Wibawa Mukti di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Hal ini disampaikan Ketua Umum Persatuan Jaksa Republik Indonesia (Persaja) Asep Nana Mulyana usai meninjau langsung fasilitas stadion pada Jumat (4/7/2026).

“Kami dari pengurus Persaja meninjau kesiapan Stadion Wibawa Mukti. Karena kami berencana memindahkan homebase atau basecamp ke Bekasi,” ujar Asep. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar klub setelah diakuisisi penuh oleh Kejaksaan RI dari pemilik sebelumnya. Musim lalu, FC Bekasi City harus puas di peringkat ketiga grup barat Liga 2, gagal promosi meski nyaris masuk babak kualifikasi.

Dalam kunjungan tersebut, tim Persaja mengecek berbagai fasilitas pendukung seperti mess pemain, apartemen untuk pemain luar daerah, serta standar FIFA yang harus dipenuhi. Rencana ini akan dibahas dalam rapat pengurus pusat Persaja untuk menentukan kesepakatan kerja sama dengan pengelola stadion. Jika terealisasi, Stadion Wibawa Mukti akan menjadi kandang baru yang membangkitkan gairah sepak bola di Bekasi.

Wacana Ganti Nama Jawa Barat Ditolak, Pradi: Prioritaskan Persoalan Rakyat

Di sisi lain, wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menuai penolakan dari Anggota Komisi I DPRD Jabar, Pradi Supriatna. Menurutnya, di tengah defisit fiskal daerah dan banyaknya persoalan mendesak, isu ini tidaklah prioritas. “Secara pribadi saya berpandangan belum saatnya mengganti atau mengubah nama Jabar. Kita harus melihat urgensinya apa,” tegasnya, Sabtu (4/7/2026).

Baca juga:

Pradi menekankan bahwa pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah seperti memperkuat pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Ia juga menyebut bahwa masyarakat Depok dan Bekasi justru merasa diakui di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, sehingga tidak ada kebutuhan mendesak untuk mengubah identitas provinsi. Pernyataan ini menjadi salah satu topik hangat dalam berita Bekasi hari ini.

Aksi Solidaritas untuk Band Sukatani di Cikarang

Komunitas seni di Cikarang menggelar aksi solidaritas mendukung Band Sukatani, yang viral lewat lagu “Bayar Bayar Bayar” berisi kritik sosial terhadap institusi kepolisian. Aksi berlangsung di area Stadion Wibawa Mukti pada Sabtu (23/2/2025) yang lalu, diikuti oleh komunitas Cikarang Melawan, Menjaga Waras, perpustakaan jalanan, mahasiswa, dan buruh.

Koordinator aksi Alfiansyah menyatakan, gerakan ini sebagai bentuk protes terhadap upaya pembungkaman karya seni. “Band Sukatani disuruh polisi klarifikasi dan minta maaf. Bagi kami ini kemunduran demokrasi,” ujarnya. Aksi ini menjadi bagian dari kritik terhadap respons negara yang dinilai antikritik, termasuk kasus pencekalan teater payung hitam di Bandung. Dukungan terhadap Band Sukatani terus mengalir dari berbagai kalangan, menandai pentingnya kebebasan berekspresi.

Kecelakaan Maut di Bekasi Timur Akibat Rem Blong

Berita duka datang dari Bekasi Timur, di mana sebuah truk mengalami rem blong dan menabrak lima sepeda motor di Jalan Cut Mutia. Kanit Laka Lantas Polsek Rawalumbu, Iptu Asep Tiana, menjelaskan bahwa korban berinisial SB (19) tewas di lokasi akibat luka parah. “Dugaan sementara truk mengalami rem blong sehingga tak dapat dikendalikan,” katanya. Polisi masih memeriksa saksi dan rekaman CCTV untuk mengungkap kronologi pasti. Kecelakaan ini menambah catatan kelam lalu lintas di wilayah Bekasi.

Baca juga:

Pemalsuan Tanda Tangan Perusahaan di Bekasi Dilaporkan ke Polisi

Di ranah hukum, seorang wanita berinisial IS melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan ke Polda Metro Jaya terkait perubahan kepemilikan perusahaan di Bekasi. Kuasa hukumnya, Rangga Blogo, mengatakan laporan telah teregistrasi dengan nomor LP/B/4848/VII/2026/SPKT. “Klien kami menitipkan dokumen untuk pengurusan KBLI, namun belakangan kepemilikan perusahaan berubah tanpa sepengetahuannya,” jelas Rangga. Polisi masih menyelidiki kasus ini, sementara pihak terlapor belum memberikan tanggapan.

Kesimpulan

Rangkaian berita Bekasi hari ini menunjukkan dinamika yang kompleks di wilayah tersebut—mulai dari semangat baru di dunia sepak bola, perdebatan identitas daerah, aksi solidaritas seni, hingga peristiwa kecelakaan dan hukum. Semua peristiwa ini mencerminkan denyut nadi masyarakat Bekasi yang terus bergerak, dengan harapan setiap persoalan dapat ditangani secara bijak oleh semua pihak.

Author Image

Related Post