Daftar Isi
STNK.CO.ID – 15 Juli 2026 | Mendikdasmen Beri Dukungan Psikologis Pascateror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 merupakan langkah nyata pemerintah dalam memulihkan trauma para siswa, guru, dan orangtua. Insiden penemuan benda mencurigakan yang diduga bom di lingkungan sekolah dasar tersebut telah menimbulkan kepanikan dan kecemasan yang mendalam, terutama di kalangan anak-anak yang masih rentan secara emosional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) turun langsung ke lokasi untuk memberikan pendampingan psikologis serta penyuluhan kepada orangtua. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi dampak psikologis jangka panjang akibat teror tersebut.
Langkah Cepat Pemerintah
Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti menyatakan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pemulihan mental para korban. “Kami hadir untuk memastikan bahwa anak-anak dan orangtua mendapatkan dukungan yang diperlukan agar dapat kembali merasa aman di lingkungan sekolah,” ujarnya. Polri juga memberikan jaminan bahwa situasi telah terkendali dan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pelaku.
Peran Psikolog dalam Pemulihan
HIMPSI menerjunkan tim psikolog berpengalaman untuk melakukan sesi konseling kelompok dan individu. Orangtua diajak untuk memahami gejala trauma pada anak dan cara mendampingi mereka. Beberapa anak dilaporkan menunjukkan ketakutan berlebihan dan kesulitan tidur sejak kejadian. Dengan intervensi dini, diharapkan trauma tersebut dapat diminimalisir.
Mendikdasmen juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orangtua, dan pihak terkait dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman. Sekolah akan dilengkapi dengan prosedur tanggap darurat yang lebih baik, termasuk simulasi evakuasi dan pelatihan kewaspadaan.
Reaksi Masyarakat dan Langkah Selanjutnya
Orangtua siswa menyambut baik inisiatif ini. Siti, salah satu orangtua murid, mengaku lega karena ada perhatian serius dari pemerintah. “Kami khawatir anak-anak kami trauma. Dengan adanya pendampingan ini, kami jadi tahu cara menghadapi rasa takut mereka,” katanya.
Polri terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan pelaku teror. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SDN Srengseng Sawah 15 telah kembali normal dengan pengamanan ekstra dari pihak kepolisian. Mendikdasmen berjanji akan memonitor perkembangan psikologis siswa secara berkala dan memastikan dukungan berlanjut.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan. Pemerintah berkomitmen untuk tidak hanya menindak tegas pelaku teror, tetapi juga memberikan perlindungan menyeluruh bagi warga sekolah.
Dengan sinergi antara Mendikdasmen, Polri, dan HIMPSI, upaya pemulihan pasca-teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 diharapkan dapat berjalan efektif. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta melaporkan segala hal mencurigakan kepada aparat.




