Daftar Isi
STNK.CO.ID – 19 Juli 2026 | Dua insiden terpisah di Asia dalam sepekan terakhir kembali menyoroti isu atnk—Akses Terhadap Nutrisi dan Kesehatan—yang erat kaitannya dengan sanitasi lingkungan. Di Rajasthan, India, seorang siswa madrasah berusia 17 tahun meninggal dunia setelah jatuh ke dalam tangki septik terbuka saat membersihkannya. Sementara itu, di Chattogram, Bangladesh, lebih dari 200 orang dirawat akibat wabah diare pascabanjir yang diduga berasal dari tangki air kotor. Kedua peristiwa ini menjadi pengingat bahwa atnk yang buruk masih menjadi ancaman serius di negara berkembang.
Kronologi Tragedi di Rajasthan
Insiden di Rajasthan terjadi di sebuah madrasah di Distrik Deeg pada 18 Juli 2026. Sebanyak 13 siswa yang tinggal di asrama madrasah tengah membersihkan tangki septik yang sudah tidak terpakai namun masih berisi air dan limbah. Mereka bekerja di atas tangga kayu yang dipasang melintang di atas tangki terbuka. Saat proses pembersihan berlangsung, tangga tersebut jebol dan seluruh siswa jatuh ke dalam tangki septik. Satu siswa, Rohin (17) asal Haryana, meninggal dunia. Dua belas lainnya menderita luka dan keracunan gas metana dari limbah. Sembilan di antaranya telah diperbolehkan pulang, sementara tiga lainnya masih menjalani perawatan intensif di Alwar. Polisi setempat telah mencatat laporan kelalaian dan sedang menyelidiki penyebab kecelakaan.
Wabah Diare Pascabanjir di Chattogram
Sementara itu, di Bangladesh, banjir yang melanda wilayah Chattogram telah memicu wabah diare akut. Menurut catatan rumah sakit, sebanyak 206 pasien dirawat di tiga rumah sakit kota dan 14 puskesmas upazila pada 18 Juli 2026. Kasus terbanyak berada di Babul Colony, Chandranagar Beltala, di mana 30 warga, termasuk anak-anak, mengalami gejala diare. Seorang pria berusia 75 tahun, Abdul Matin, meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Tim kesehatan dari Chattogram City Corporation menemukan bahwa tangki air di pemukiman tersebut tercemar dan menjadi sumber penyebaran. Kepala Petugas Kesehatan Mohammad Imam Hossain menyatakan bahwa tim telah mengambil sampel air dan memberikan pengobatan kepada para pasien. Kepala Petugas Kesehatan Distrik Jahangir Alam Chowdhury menambahkan bahwa penyakit seperti diare dan kolera memang kerap meningkat pascabanjir karena sumber air terkontaminasi, tetapi masih dalam kendali dan belum mencapai level epidemi.
Keterkaitan Sanitasi dan ATNK
Kedua peristiwa ini menunjukkan bagaimana atnk yang rendah dapat menyebabkan dampak fatal. Di Rajasthan, penggunaan tangki septik terbuka tanpa pengaman jelas melanggar standar keselamatan kerja. Di Chattogram, sumber air minum yang tidak terjaga kebersihannya menjadi biang kerok wabah. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 829.000 orang meninggal setiap tahun karena penyakit diare akibat air dan sanitasi yang buruk. Atnk yang dimaksud di sini mencakup akses terhadap air bersih, sanitasi layak, dan penanganan limbah yang aman. Tanpa atnk yang baik, risiko penyakit menular seperti diare, kolera, dan tifus akan terus mengancam masyarakat rentan.
Perlunya Edukasi dan Infrastruktur
Pemerintah daerah setempat telah mengambil langkah awal. Di Rajasthan, polisi mengusut tuntas kasus ini untuk menetapkan siapa yang bertanggung jawab. Di Chattogram, petugas kesehatan gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya merebus air sebelum diminum dan menjaga kebersihan tangan. Namun, solusi jangka panjang harus berfokus pada perbaikan infrastruktur dasar, seperti pembangunan tangki septik yang aman, sistem penyediaan air bersih, dan drainase yang baik. Organisasi non-pemerintah juga dapat berperan dalam memberikan edukasi tentang atnk kepada masyarakat, terutama di daerah pedesaan dan permukiman kumuh.
Kesimpulan
Insiden di Rajasthan dan wabah di Chattogram adalah dua wajah dari masalah yang sama: lemahnya sanitasi dan rendahnya kesadaran akan pentingnya atnk. Kedua peristiwa ini menuntut tindakan nyata dari pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait untuk memastikan bahwa akses terhadap air bersih dan sanitasi layak menjadi prioritas. Hanya dengan perbaikan sistemik, tragedi serupa dapat dicegah di masa depan.




