Cianjur dan Penajam Jadi Percontohan Reforma Agraria: Badan Bank Tanah Alokasikan 11.700 Hektare

By

Audris Nakeesha

11 Juli 2026, 08:51 WIB

Cianjur dan Penajam Jadi Percontohan Reforma Agraria: Badan Bank Tanah Alokasikan 11.700 Hektare
Cianjur dan Penajam Jadi Percontohan Reforma Agraria: Badan Bank Tanah Alokasikan 11.700 Hektare

STNK.CO.ID – 11 Juli 2026 | Pemerintah melalui Badan Bank Tanah (BBT) resmi menetapkan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, sebagai lokasi percontohan program reforma agraria. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mempercepat redistribusi tanah kepada masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat adat.

Baca juga:

Latar Belakang Reforma Agraria

Reforma agraria merupakan program strategis nasional yang bertujuan untuk menata kembali kepemilikan, penguasaan, dan penggunaan tanah agar lebih adil dan produktif. Selama ini, ketimpangan penguasaan tanah menjadi salah satu masalah struktural yang menghambat kesejahteraan rakyat. Dengan adanya percontohan di Cianjur dan Penajam, diharapkan model redistribusi tanah ini dapat direplikasi di daerah lain.

Alokasi Tanah oleh Badan Bank Tanah

Badan Bank Tanah mengalokasikan sekitar 11.700 hektare tanah untuk pelaksanaan reforma agraria yang tersebar di sedikitnya 11 provinsi. Tanah tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk tanah negara bekas hak guna usaha yang sudah berakhir, serta tanah terlantar. Dari total lahan tersebut, sebagian akan difokuskan untuk kawasan Cianjur dan Penajam sebagai percontohan.

Baca juga:

Peran Cianjur dan Penajam

Pemilihan Cianjur dan Penajam tidak terlepas dari potensi pertanian dan kebutuhan masyarakat setempat. Di Cianjur, lahan yang disiapkan sebagian besar berupa sawah dan kebun yang akan diberikan kepada petani penggarap. Sementara di Penajam, lahan bekas konsesi tambang dan perkebunan akan direvitalisasi menjadi kawasan produktif bagi masyarakat adat dan petani lokal. Program ini diharapkan mampu mengurangi konflik agraria dan meningkatkan investasi di sektor pertanian.

Dampak dan Harapan

Dengan adanya reforma agraria, masyarakat penerima tanah diharapkan dapat mengelola lahan secara optimal untuk meningkatkan produksi pangan dan pendapatan keluarga. Pemerintah juga akan memberikan pendampingan teknis, akses permodalan, dan infrastruktur pendukung. Keberhasilan model Cianjur dan Penajam jadi percontohan reforma agraria akan menjadi tolok ukur bagi daerah lain dalam menjalankan program serupa.

Baca juga:

Badan Bank Tanah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat sertifikasi tanah dan penyelesaian sengketa lahan. Selain itu, sinergi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait terus diperkuat agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Kesimpulan

Penetapan Cianjur dan Penajam sebagai percontohan reforma agraria menandai babak baru dalam upaya mewujudkan keadilan agraria di Indonesia. Dengan alokasi tanah yang cukup luas dan dukungan kebijakan yang terintegrasi, diharapkan program ini mampu menjadi solusi bagi ketimpangan lahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Keberhasilan percontohan ini akan menjadi fondasi bagi perluasan reforma agraria di seluruh Nusantara.

Related Post