Batu Bacan Malut Kini Disulap Jadi Bros dan Aksesori Modern, Bukan Cuma Cincin

By

Rosmana Kaileena Kaileena

11 Juli 2026, 00:51 WIB

Batu Bacan Malut Kini Disulap Jadi Bros dan Aksesori Modern, Bukan Cuma Cincin
Batu Bacan Malut Kini Disulap Jadi Bros dan Aksesori Modern, Bukan Cuma Cincin

STNK.CO.ID – 11 Juli 2026 | Batu Bacan asal Maluku Utara selama ini identik dengan cincin dan perhiasan klasik. Namun, kini para pengrajin didorong untuk berinovasi menciptakan produk yang lebih modern dan beragam. Program yang digagas Dewan Kerajinan Maluku Utara bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) ini bertujuan meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah tersebut.

Baca juga:

Transformasi Batu Bacan: Dari Cincin ke Aksesori Modern

Bukan Cuma Cincin Batu Bacan Malut Bakal Disulap Jadi Bros-Aksesori Modern. Pernyataan ini menjadi tagline utama dalam upaya revitalisasi kerajinan batu bacan. Selama ini, batu bacan lebih dikenal sebagai batu cincin yang digemari kolektor. Padahal, potensinya jauh lebih besar jika diolah menjadi aksesori lain seperti bros, kalung, gelang, hingga hiasan busana.

Pelatihan intensif diberikan kepada para perajin untuk menguasai teknik pemotongan, pemolesan, dan desain yang lebih variatif. Mereka juga diperkenalkan dengan tren fashion terkini agar produk yang dihasilkan sesuai permintaan pasar modern. Dengan demikian, bukan hanya cincin yang laku, tetapi berbagai aksesori bernilai tinggi.

Kolaborasi dengan BI Tingkatkan Kualitas dan Pemasaran

Bank Indonesia Maluku Utara turut berperan sebagai mitra strategis. Melalui program pengembangan UMKM, BI memberikan bantuan peralatan, pelatihan manajemen, dan akses pemasaran digital. Hal ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, baik lokal maupun nasional.

Baca juga:

Bukan Cuma Cincin Batu Bacan Malut Bakal Disulap Jadi Bros-Aksesori Modern. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mengangkat produk unggulan daerah. Dengan dukungan BI, para pengrajin tidak hanya diajari membuat produk, tetapi juga branding, fotografi produk, hingga strategi penjualan online.

Dampak Positif bagi Ekonomi Kreatif

Inovasi ini membawa angin segar bagi perekonomian Maluku Utara. Batu bacan yang sebelumnya hanya menjadi komoditas tambang kini naik kelas menjadi produk kerajinan bernilai seni tinggi. Nilai jualnya pun meningkat drastis, dari sekadar bongkahan batu menjadi aksesori fashion yang diminati.

Para perajin yang mengikuti program ini melaporkan peningkatan omzet hingga 30% dalam beberapa bulan terakhir. Mereka optimistis ke depannya batu bacan bisa menjadi ikon fashion khas Indonesia di kancah internasional. Bukan Cuma Cincin Batu Bacan Malut Bakal Disulap Jadi Bros-Aksesori Modern, tetapi juga menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Baca juga:

Langkah Lebih Maju: Desain Kontemporer dan Ramah Lingkungan

Dewan Kerajinan Maluku Utara juga menekankan pentingnya desain kontemporer yang tetap menghormati kearifan lokal. Motif-motif tradisional Maluku Utara dipadukan dengan gaya minimalis modern. Selain itu, proses produksi juga diarahkan untuk ramah lingkungan, mengurangi limbah batu, dan memanfaatkan sisa hasil olahan menjadi produk lain seperti mozaik atau hiasan dinding.

Pembeli saat ini tidak hanya mencari keindahan batu, tetapi juga cerita di balik produk. Oleh karena itu, setiap aksesori dilengkapi dengan sertifikat keaslian dan narasi tentang asal-usul batu bacan. Hal ini menambah nilai eksklusivitas dan kepercayaan konsumen.

Jenis Aksesori yang Dihasilkan

  • Bros dengan berbagai bentuk, mulai dari geometris hingga floral.
  • Kalung dan liontin dengan potongan batu unik.
  • Gelang dan anting yang kombinasi batu bacan dengan perak atau logam mulia lainnya.
  • Aksesori rambut seperti jepit dan ikat rambut.
  • Hiasan pakaian seperti kancing atau pin.

Kesimpulan

Transformasi batu bacan menjadi aksesori modern merupakan terobosan cerdas yang tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Maluku Utara. Dengan dukungan berbagai pihak, para pengrajin mampu beradaptasi dengan tren tanpa meninggalkan identitas lokal. Ke depannya, produk-produk ini diharapkan bisa menembus pasar global dan menjadi kebanggaan Indonesia. Inovasi ini membuktikan bahwa bukan hanya cincin, batu bacan pun bisa disulap menjadi bros dan aksesori modern yang bernilai tinggi.

Related Post