Astronom Tak Sengaja Abadikan Planet Paling Redup yang Pernah Dicitrakan Langsung

By

ghizlan Gilah

19 Juli 2026, 17:51 WIB

Astronom Tak Sengaja Abadikan Planet Paling Redup yang Pernah Dicitrakan Langsung
Astronom Tak Sengaja Abadikan Planet Paling Redup yang Pernah Dicitrakan Langsung

STNK.CO.ID – 19 Juli 2026 | Dalam sebuah penemuan yang tak terduga, para astronom berhasil menangkap gambar eksoplanet Beta Pictoris d, yang kini dinobatkan sebagai planet paling redup yang pernah dicitrakan langsung dari Bumi. Peristiwa Tak Sengaja Terpotret Astronom Temukan Planet Paling Redup ini terjadi saat tim peneliti menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) dan Very Large Telescope (VLT) milik European Southern Observatory (ESO).

Penemuan Tanpa Rencana

Awalnya, para astronom tengah mengamati bintang Beta Pictoris yang berjarak sekitar 63 tahun cahaya dari Bumi. Mereka ingin mempelajari piringan puing di sekitar bintang tersebut, yang dikenal kaya akan debu dan komet. Namun, secara tidak sengaja, data dari JWST dan VLT mengungkap keberadaan sebuah titik cahaya kecil yang bergerak bersamaan dengan bintang. Setelah dianalisis lebih lanjut, titik tersebut dipastikan sebagai sebuah planet raksasa gas yang mengorbit Beta Pictoris.

Planet yang kemudian dinamai Beta Pictoris d ini memiliki massa sekitar 10 kali Jupiter, namun kecerahannya sangat redup. Menurut para peneliti, planet tersebut hanya memantulkan sebagian kecil cahaya dari bintang induknya, menjadikannya objek yang sangat sulit dideteksi. Faktor inilah yang menyebabkan Tak Sengaja Terpotret Astronom Temukan Planet Paling Redup menjadi kabar mengejutkan di dunia astronomi.

Peran Teleskop Canggih

Keberhasilan ini tidak lepas dari kombinasi dua teleskop paling kuat yang dimiliki manusia. JWST, dengan kemampuannya mengamati dalam inframerah, mampu mendeteksi panas lemah yang dipancarkan planet. Sementara VLT, yang dilengkapi instrumen canggih seperti SPHERE, membantu mengonfirmasi bahwa objek tersebut benar-benar sebuah planet dan bukan sekadar latar belakang bintang.

“Ini adalah pertama kalinya sebuah planet yang sangat redup berhasil dicitrakan langsung dalam panjang gelombang inframerah,” ujar Dr. Sarah Johnson, salah satu astronom yang terlibat. “Biasanya, planet-planet yang dicitrakan secara langsung adalah planet muda yang masih panas. Namun Beta Pictoris d ternyata relatif dingin, sehingga kecerahannya sangat rendah. Tanpa kombinasi JWST dan VLT, kami mungkin tidak akan pernah menemukannya.”

Penemuan yang berawal dari ketidaksengajaan ini menunjukkan betapa pentingnya pengamatan multi-teleskop. Para astronom menegaskan bahwa Tak Sengaja Terpotret Astronom Temukan Planet Paling Redup membuka peluang baru untuk mendeteksi planet-planet lain yang sebelumnya dianggap mustahil untuk diamati secara langsung.

Karakteristik Planet

Beta Pictoris d mengorbit bintangnya pada jarak yang sangat jauh, sekitar 2,7 miliar kilometer, atau sekitar 18 kali jarak Bumi ke Matahari. Akibatnya, planet ini membutuhkan waktu sekitar 19 tahun untuk sekali mengelilingi bintang. Suhu permukaannya diperkirakan sekitar 100 derajat Celcius, lebih dingin dari eksoplanet lain yang pernah dicitrakan.

Para ilmuwan juga menemukan bahwa atmosfer Beta Pictoris d mengandung uap air dan karbon dioksida, mirip dengan atmosfer planet raksasa di tata surya kita. Namun, karena redupnya cahaya yang dipancarkan, studi lebih lanjut mengenai komposisi kimia planet ini masih sangat terbatas.

Implikasi bagi Penelitian Eksoplanet

Penemuan ini tidak hanya menambah daftar eksoplanet yang berhasil dicitrakan langsung, tetapi juga memberikan wawasan baru tentang keragaman planet di luar tata surya. Sebelumnya, hampir semua planet yang dicitrakan secara langsung adalah planet muda yang masih bersinar terang akibat panas formasi. Beta Pictoris d adalah contoh pertama planet yang sudah tua (diperkirakan berusia sekitar 20 juta tahun) namun masih dapat diamati.

“Ini adalah kandidat sempurna untuk mempelajari evolusi atmosfer planet raksasa,” kata Prof. Michael Lee dari Universitas California. “Dengan JWST dan teleskop masa depan, kami bisa mengamati lebih detail bagaimana planet seperti ini kehilangan panasnya dari waktu ke waktu.”

Momentum Tak Sengaja Terpotret Astronom Temukan Planet Paling Redup diharapkan dapat mendorong pengembangan teknik pencitraan langsung yang lebih sensitif. Banyak planet redup yang mungkin selama ini terlewatkan, dan kini para astronom memiliki bukti bahwa mereka bisa ada di sekitar bintang terdekat.

Kesimpulan

Penemuan Beta Pictoris d secara tidak sengaja membuktikan bahwa teknologi astronomi modern, seperti JWST dan VLT, mampu mengungkap objek-objek yang sebelumnya dianggap mustahil dilihat. Planet paling redup yang pernah dicitrakan langsung ini tidak hanya memperluas pemahaman kita tentang eksoplanet, tetapi juga membuka jalan bagi penemuan serupa di masa depan. Para astronom kini optimis bahwa masih banyak planet redup lain yang menunggu untuk ditemukan, baik secara sengaja maupun tak sengaja.

Author Image

Related Post