Adu Kelihaian di Langit Purwakarta: 256 Peserta Ramaikan Festival Ngadu Layangan

By

Audris Nakeesha

19 Juli 2026, 12:51 WIB

Adu Kelihaian di Langit Purwakarta: 256 Peserta Ramaikan Festival Ngadu Layangan
Adu Kelihaian di Langit Purwakarta: 256 Peserta Ramaikan Festival Ngadu Layangan

STNK.CO.ID – 19 Juli 2026 | Purwakarta, Jawa Barat – Ribuan pasang mata tertuju ke langit kawasan industri JISC, Kecamatan Babakancikao, saat 256 peserta dari berbagai provinsi menunjukkan keahlian mereka dalam Festival Ngadu Layangan. Acara yang berlangsung pada Sabtu-Minggu (18-19/7) ini menjadi ajang unjuk gigi para penggemar layangan tradisional dan modern untuk memperebutkan gelar jawara.

Baca juga:

Semarak Kompetisi Layangan

Festival Ngadu Layangan di Purwakarta tahun ini diikuti oleh 256 peserta dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera. Mereka saling beradu strategi dan teknik untuk memotong tali layangan lawan. Suasana meriah semakin terasa dengan iringan musik tradisional dan sorak-sorai penonton yang memadati area festival. Meski cuaca terik, antusiasme tak surut. Panitia menyediakan tribun khusus dan area parkir yang luas untuk memudahkan pengunjung.

Teknik dan Kreativitas

Peserta tidak hanya mengandalkan kekuatan angin, tetapi juga kreativitas dalam merancang layangan. Mulai dari bentuk hewan, tokoh wayang, hingga desain geometris menghiasi langit. Beberapa peserta menggunakan benang khusus yang dicampur dengan bahan abrasif untuk memutus tali lawan. Salah seorang peserta asal Tasikmalaya, Rudi, mengaku sudah mempersiapkan diri selama sebulan penuh. “Ini bukan sekadar hobi, tapi seni dan budaya yang harus dilestarikan,” ujarnya.

Festival Ngadu Layangan di Purwakarta juga menjadi ajang silaturahmi antar komunitas. Banyak peserta yang sudah saling kenal dari event sebelumnya. Mereka berbagi tips dan trik, serta saling mendukung meski harus bersaing. Suasana kekeluargaan sangat terasa, menjadikan festival ini lebih dari sekadar kompetisi.

Baca juga:

Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal. Pedagang kaki lima, penjual layangan, dan penginapan di sekitar kawasan industri JISC kebanjiran pengunjung. Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, dalam sambutannya menyatakan bahwa festival ini bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mempromosikan wisata budaya. “Kami berharap event seperti ini dapat menarik lebih banyak wisatawan dan memperkenalkan Purwakarta sebagai destinasi unggulan,” katanya.

Antusiasme warga sekitar juga terlihat dengan banyaknya keluarga yang datang sejak pagi. Mereka membawa tikar dan bekal untuk menikmati pertunjukan. Anak-anak kecil tampak gembira menerbangkan layangan mini di area khusus. Semangat kebersamaan dan keceriaan begitu kental, membuat festival ini menjadi tontonan yang menghibur.

Harapan ke Depan

Panitia berharap festival ini bisa terus digelar setiap tahun dengan skala yang lebih besar. Mereka ingin mengangkat kembali tradisi ngadu layangan yang mulai tergerus modernisasi. Dengan partisipasi 256 peserta, terbukti bahwa minat terhadap permainan tradisional masih tinggi. Ke depannya, mereka akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk mengenalkan layangan sebagai media edukasi.

Baca juga:

Festival Ngadu Layangan di Purwakarta menegaskan bahwa tradisi dan inovasi bisa berjalan beriringan. 256 peserta adu kelihaian dalam festival ngadu layangan di Purwakarta telah membuktikan bahwa layangan bukan sekadar mainan, melainkan warisan budaya yang patut dibanggakan. Semoga semangat ini terus berkobar di masa mendatang.

Kesimpulannya, event ini sukses meriah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilestarikan dan menjadi agenda tahunan yang dinanti.

Related Post