Strategi BNPB: 2.000 Kg Garam Ditebar untuk Atasi Kebakaran Lahan Gambut di Kalteng

By

Whitney Riany

1 Agustus 2026, 22:03 WIB

Strategi BNPB: 2.000 Kg Garam Ditebar untuk Atasi Kebakaran Lahan Gambut di Kalteng
Strategi BNPB: 2.000 Kg Garam Ditebar untuk Atasi Kebakaran Lahan Gambut di Kalteng

STNK.CO.ID – 01 Agustus 2026 | Kebakaran Landa Lahan Gambut 2 000 Kg Garam Ditebar di Langit Kalteng menjadi sorotan utama dalam upaya penanggulangan bencana nasional. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Tengah dengan menerapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC). Sebanyak 2.000 kilogram garam ditebarkan di langit Kalteng untuk memicu hujan buatan dan memadamkan titik api yang tersebar di lahan gambut.

Baca juga:

Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca

Operasi TMC ini merupakan bagian dari paket penanganan karhutla yang dikoordinasikan oleh BNPB bersama TNI, Polri, BMKG, dan pemerintah daerah. Dengan menggunakan pesawat, garam atau natrium klorida (NaCl) disemai ke dalam awan strategis agar terjadi proses kondensasi dan jatuh sebagai hujan. Langkah ini diambil karena lahan gambut memiliki karakteristik api yang sulit dipadamkan melalui permukaan, terutama saat kekeringan. Hujan buatan diharapkan dapat membasahi lahan gambut secara menyeluruh dan memutus rantai penyebaran api bawah tanah.

Kebakaran Landa Lahan Gambut 2 000 Kg Garam Ditebar di Langit Kalteng bukan sekadar operasi biasa. BNPB menyebutkan bahwa konsentrasi garam yang digunakan telah diperhitungkan dengan cermat oleh tim ahli untuk menghasilkan curah hujan yang optimal. Fase penyemaian dilakukan pada awan yang memiliki kandungan air cukup, dengan monitoring berbasis citra satelit dan radar cuaca. Hingga saat ini, beberapa kabupaten di Kalteng seperti Pulang Pisau, Kapuas, dan Palangka Raya telah menjadi prioritas karena tingkat kerawanan karhutla yang tinggi.

Kondisi Lahan Gambut dan Dampaknya

Kalimantan Tengah memiliki hamparan lahan gambut terluas di Indonesia, namun rentan terbakar saat musim kemarau. Kebakaran di lahan gambut tidak hanya menimbulkan asap tebal yang mengganggu kesehatan, tetapi juga menjadi salah satu penyumbang emisi karbon global. Upaya pemadaman secara konvensional dengan bom air atau pemadaman manual sering kali tidak efektif karena api merambat di bawah permukaan gambut yang kering. Oleh karena itu, rekayasa cuaca dianggap sebagai solusi jangka pendek yang paling cepat dalam skala luas.

Baca juga:

Selain penyemaian garam, BNPB juga menerjunkan tim gabungan untuk melakukan pembasahan lahan gambut secara manual dan membangun sekat kanal untuk menjaga kelembapan. Operasi TMC sendiri telah dilakukan secara berkala sejak beberapa pekan terakhir, dan hasil sementara menunjukkan peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah terdampak. Masyarakat diimbau untuk ikut serta mencegah karhutla dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Koordinasi dan Monitoring

BNPB terus memantau titik panas (hotspot) menggunakan satelit modis dan data lapangan. Jika ditemukan titik api baru, tim satuan tugas segera melakukan pemadaman awal yang dikombinasikan dengan penyemprotan air dari udara. Kebakaran Landa Lahan Gambut 2 000 Kg Garam Ditebar di Langit Kalteng menjadi salah satu contoh konkret respons cepat pemerintah dalam menangani bencana asap lintas batas. Keberhasilan operasi ini juga akan menjadi acuan bagi provinsi lain yang menghadapi kondisi serupa, seperti Sumatera Selatan dan Jambi.

Dalam jangka panjang, pemerintah menekankan pentingnya restorasi gambut dan pengelolaan air yang berkelanjutan untuk mencegah kebakaran berulang. Namun, untuk saat ini, upaya darurat seperti penyemaian garam tetap menjadi andalan untuk menekan dampak karhutla sebelum masuk ke fase yang lebih parah. Masyarakat diminta tetap waspada dan melaporkan jika terlihat titik api atau asap di sekitar tempat tinggal.

Baca juga:

Langkah heroik dengan menaburkan 2.000 kilogram garam di langit Kalimantan Tengah menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dengan sinergi yang baik antara semua pihak, diharapkan karhutla dapat segera teratasi dan lahan gambut kembali pulih. Ke depannya, pencegahan harus menjadi prioritas utama agar peristiwa serupa tidak terus terulang setiap musim kemarau. Masyarakat juga berperan penting dalam menjaga ekosistem gambut yang sangat berharga ini.

Author Image

Related Post