Pep Guardiola ke Timnas Inggris? Spekulasi Memanas di Tengah Dinamika Manchester City

By

zarifah Goldy

30 Juli 2026, 21:46 WIB

Pep Guardiola ke Timnas Inggris? Spekulasi Memanas di Tengah Dinamika Manchester City
Pep Guardiola ke Timnas Inggris? Spekulasi Memanas di Tengah Dinamika Manchester City

STNK.CO.ID – 30 Juli 2026 | Spekulasi mengenai masa depan Pep Guardiola kembali mencuat setelah pelatih asal Spanyol itu dikabarkan menolak tawaran menukangi Timnas Italia. Penolakan tersebut, yang diikuti rencana jeda setahun, justru memicu optimisme di Inggris bahwa Pep Guardiola bisa menjadi suksesor Thomas Tuchel di Timnas Inggris. Menurut data dari Betfair, probabilitas Pep Guardiola menangani the Three Lions melonjak hingga 23,05%, jauh meninggalkan opsi lain seperti Argentina atau klub-klub Eropa. Spekulasi ini kian deras di tengah ketidakpastian yang menyelimuti Manchester City pasca kepergian beberapa pemain kunci dan hasil kurang memuaskan di musim lalu.

Baca juga:

Keputusan Guardiola: Jeda Setahun atau Langkah ke Timnas?

Keputusan Pep Guardiola untuk mengambil cuti setahun setelah kontraknya di Manchester City berakhir pada 2025 bukanlah hal baru. Sebelumnya, ia melakukan hal serupa saat meninggalkan Barcelona pada 2013 sebelum bergabung dengan Bayern München. Namun, yang berbeda kali ini adalah spekulasi keterkaitannya dengan posisi pelatih Timnas Inggris yang mulai goyah. Thomas Tuchel, yang membawa Inggris meraih peringkat ketiga Piala Dunia 2026, menghadapi kritik tajam setelah kekalahan semifinal dari Argentina. Hubungannya dengan pemain-pemain bintang seperti Jude Bellingham juga dikabarkan tidak harmonis. Jika Inggris gagal di Nations League, peluang Pep Guardiola untuk menggantikannya semakin terbuka.

Dampak di Manchester City: Kepergian Pilar Utama?

Sementara spekulasi masa depan Pep Guardiola menjadi perbincangan, Manchester City harus menghadapi kenyataan pahit: kemungkinan kehilangan Rodri, gelandang terbaik mereka. Real Madrid dikabarkan siap menebus Rodri dengan nilai sekitar €50-60 juta di musim panas 2026, memanfaatkan kontrak sang pemain yang tersisa satu tahun. Rodri sendiri mengaku ingin kembali ke La Liga dan tidak bisa menolak klub sebesar Real Madrid. Kehilangan Rodri akan menjadi pukulan telak, mengingat perannya sebagai pengatur tempo permainan City. Pep Guardiola sendiri pernah menyebutnya sebagai gelandang terbaik di dunia saat ini. Tanpa Rodri, City harus bergantung pada Elliot Anderson yang baru direkrut dengan rekor klub, namun masih perlu waktu untuk matang.

Baca juga:

Nasib Pemain Lain: Phillips, Grealish, dan Regenerasi Skuad

Di sisi lain, ada kisah pilu Kalvin Phillips yang dulu menjadi pemain incaran Pep Guardiola. Dibeli seharga 49 juta euro pada Januari 2024, Phillips kini terombang-ambing di sirkuit peminjaman. Setelah gagal bersaing dengan Rodri, ia dipinjamkan ke West Ham dan kini kembali ke City tanpa kepastian. Pelatih baru Enzo Maresca, mantan asisten Guardiola, tampaknya tidak memasukkannya dalam rencana untuk tur pramusim. Sementara itu, Jack Grealish yang juga absen dalam tur harus membantah tuduhan bahwa ia disisihkan. Grealish, yang musim lalu dipinjamkan ke Everton karena cedera, masih berjuang mendapatkan tempat di bawah Maresca. Kedua kasus ini menunjukkan bahwa regenerasi skuad City berjalan dengan keras: pemain yang tidak cocok dengan filosofi Guardiola atau Maresca akan didepak.

Persaingan Liga Premier 2026-27: Peluang bagi Klub Lain

Dengan segala dinamika di Manchester City, musim 2026-27 diprediksi menjadi salah satu yang paling terbuka dalam sejarah Premier League. Selama bertahun-tahun, City mendominasi di bawah Guardiola, namun kini Liverpool, Arsenal, dan klub-klub lain mulai merapatkan jarak. Terlebih jika Guardiola benar-benar hengkang, City bisa kehilangan arah. Namun, Maresca, yang pernah bekerja dengan Guardiola, diharapkan mampu mempertahankan identitas permainan. Meski begitu, kehilangan Rodri dan ketidakpastian di beberapa posisi membuat City tidak lagi difavoritkan secara mutlak. Liga musim ini diprediksi akan menjadi pertarungan sengit antara beberapa klub, dan mungkin akan lahir juara baru.

Baca juga:

Dampak Finansial dan Strategi Klub

Keputusan City untuk tidak memperpanjang kontrak Rodri dan membiarkannya pergi dengan harga murah menunjukkan kebijakan finansial yang hati-hati. Dengan aturan Financial Fair Play yang ketat, menjual pemain senior yang nilainya tinggi bisa menjadi langkah cerdas. Namun, pengganti seperti Elliot Anderson masih perlu waktu untuk beradaptasi. Sementara itu, jika Guardiola benar-benar pergi ke timnas, City harus mencari pelatih baru yang bisa melanjutkan warisan. Nama-nama seperti Luis Enrique atau Julian Nagelsmann mulai disebut-sebut, namun belum ada kepastian.

Kesimpulan

Spekulasi masa depan Pep Guardiola telah mengguncang Manchester City dan seluruh jagat sepak bola Inggris. Penolakannya terhadap Italia semakin memperkuat rumor bahwa ia akan menjadi pelatih Timnas Inggris berikutnya. Di tengah ketidakpastian itu, City harus menghadapi potensi kehilangan Rodri, serta mengelola pemain-pemain yang terpinggirkan seperti Phillips dan Grealish. Musim 2026-27 akan menjadi ujian besar bagi klub, terutama jika Guardiola benar-benar angkat kaki. Apapun keputusannya, satu hal yang pasti: jejak Guardiola di sepak bola Inggris akan selalu dikenang, dan langkah selanjutnya akan dinantikan dengan penuh antisipasi.

Author Image

Related Post