TIM SAR GABUNGAN DIKERAHKAN, BASARNAS KENDARI KERAHKAN KN SAR PACITAN UNTUK CARI 25 KORBAN HILANG KM NURUL SALSA

By

Audris Nakeesha

19 Juli 2026, 02:53 WIB

TIM SAR GABUNGAN DIKERAHKAN, BASARNAS KENDARI KERAHKAN KN SAR PACITAN UNTUK CARI 25 KORBAN HILANG KM NURUL SALSA
TIM SAR GABUNGAN DIKERAHKAN, BASARNAS KENDARI KERAHKAN KN SAR PACITAN UNTUK CARI 25 KORBAN HILANG KM NURUL SALSA

STNK.CO.ID – 19 Juli 2026 | Basarnas Kendari mengerahkan 28 personel dan kapal KN SAR Pacitan untuk memperkuat pencarian terhadap 25 korban hilang akibat tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Selayar, Sulawesi Tenggara. Kapal motor tersebut dilaporkan karam pada Rabu (1/3/2023) saat dalam pelayaran dari Pelabuhan Kendari menuju Ternate. Hingga kini, tim SAR gabungan terus berupaya menemukan para korban yang masih belum ditemukan.

Baca juga:

Penanganan Pencarian oleh Basarnas Kendari

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari mengerahkan KN SAR Pacitan, kapal khusus yang dilengkapi peralatan canggih untuk operasi SAR di laut. Kapal ini membawa 28 personel yang terdiri dari penyelam, koordinator lapangan, dan tenaga medis. Mereka bergabung dengan tim SAR lainnya yang sudah berada di lokasi kejadian. Operasi pencarian difokuskan pada perairan sekitar Kepulauan Selayar yang dikenal memiliki arus kuat dan cuaca yang tidak menentu.

Detail Kecelakaan KM Nurul Salsa

KM Nurul Salsa merupakan kapal motor yang mengangkut sekitar 30 penumpang dan beberapa awak kapal. Kapal tersebut dilaporkan tenggelam setelah dihantam ombak besar dan cuaca buruk. Dari data terakhir, 5 orang berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat, sementara 25 lainnya masih dalam pencarian. Beberapa jenazah telah ditemukan dalam kondisi tidak utuh, namun jumlah pasti korban tewas belum dapat dipastikan.

Baca juga:

Upaya Koordinasi dan Tantangan di Lapangan

Basarnas Kendari bekerja sama dengan TNI AL, Polisi Air, dan komunitas nelayan setempat. Tim SAR menggunakan peralatan seperti sonar dan underwater drone untuk mendeteksi keberadaan korban di dasar laut. Namun, medan yang sulit dan jarak pandang di bawah air yang terbatas menjadi tantangan utama. Selain itu, kondisi cuaca yang buruk juga memperlambat proses penyisiran. Kepala Basarnas Kendari, Andi Sultan, menyatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya maksimal hingga korban terakhir ditemukan.

Harapan dan Dukungan dari Masyarakat

Keluarga korban masih berharap besar pada tim SAR. Sejumlah relawan dan warga sekitar turut membantu dengan menyediakan logistik dan informasi. Proses identifikasi korban yang ditemukan akan dilakukan di rumah sakit setempat dengan melibatkan tim DVI Kepolisian. Operasi SAR dijadwalkan akan berlangsung selama 7 hari ke depan, namun dapat diperpanjang jika diperlukan.

Baca juga:

Dengan dikerahkannya KN SAR Pacitan dan personel tambahan, diharapkan pencarian korban KM Nurul Salsa dapat berjalan lebih efektif. Basarnas Kendari terus mengoordinasi berbagai pihak untuk mempercepat proses evakuasi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memberikan ruang bagi tim SAR bekerja.

Related Post