STNK.CO.ID – 11 Juli 2026 | Kiper utama tim nasional Belgia, Thibaut Courtois, menyatakan rasa bangganya terhadap perjalanan generasi emas negaranya meskipun mereka harus tersingkir di perempat final Piala Dunia 2026. Dalam laga yang berlangsung dramatis, Belgia kalah 1-2 dari Spanyol, dan Courtois tetap optimis dengan capaian timnya. Belgia tersingkir, Courtois tetap bangga dengan kiprah generasi emas menjadi sorotan utama di dunia sepak bola.
Pertandingan yang digelar di Stadion La Cartuja, Sevilla, pada Sabtu (20/6/2026) berlangsung sengit. Belgia unggul lebih dulu melalui gol Kevin De Bruyne pada menit ke-23. Namun, Spanyol berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi pemain pengganti, Ferran Torres, di babak kedua. Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal, dan laga pun dilanjutkan ke babak tambahan. Di menit ke-108, Spanyol mendapatkan tendangan penalti kontroversial setelah VAR menilai pelanggaran dari Jan Vertonghen kepada Alvaro Morata. Dani Olmo sukses mengeksekusi penalti, membuat Belgia harus pulang lebih awal.
Courtois, yang tampil gemilang sepanjang turnamen, menjadi salah satu pilar penting di bawah mistar gawang. Ia berhasil melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menepis penalti David Raya pada babak pertama. Namun, ia tak mampu berbuat banyak saat penalti kedua diberikan. Usai pertandingan, Courtois mengungkapkan kebanggaannya terhadap rekan-rekannya di generasi emas Belgia. “Ini adalah kelompok pemain luar biasa. Kami telah memberikan segalanya di lapangan. Meski Belgia tersingkir, Courtois tetap bangga dengan kiprah generasi emas. Mereka layak dihormati,” ujar pemain Real Madrid itu.
Generasi emas Belgia, yang terdiri dari nama-nama seperti Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Romelu Lukaku, dan Courtois sendiri, telah menjadi ikon sepak bola dunia selama satu dekade terakhir. Mereka sukses mencapai semifinal Piala Dunia 2018, finis ketiga di edisi 2018, dan kini di 2026 mereka kembali menunjukkan kualitas meski harus tersingkir lebih awal. Courtois menekankan bahwa generasi ini telah memberikan kenangan indah bagi rakyat Belgia. “Mereka adalah pejuang. Saya bangga menjadi bagian dari tim ini,” tambahnya.
Pelatih Belgia, Domenico Tedesco, juga memberikan pujian serupa. Ia menyebut bahwa para pemain telah menunjukkan semangat juang tinggi. “Kami tidak beruntung dengan keputusan wasit, tetapi itulah sepak bola. Saya bangga dengan permainan tim. Belgia tersingkir, Courtois tetap bangga dengan kiprah generasi emas adalah cermin sikap kami,” ujarnya. Tedesco juga menyoroti masa depan bahwa regenerasi akan segera dimulai, namun kontribusi generasi emas akan selalu dikenang.
Di sisi lain, Spanyol sendiri akan melaju ke semifinal untuk menghadapi Jerman. Sementara bagi Belgia, ini menjadi akhir dari era keemasan. Beberapa pemain kunci seperti Hazard dan Vertonghen kemungkinan akan pensiun dari tim nasional. Namun, Courtois berharap para pemain muda yang akan datang dapat melanjutkan tradisi. “Generasi ini telah membuktikan bahwa Belgia mampu bersaing di level tertinggi. Sekarang tugas generasi penerus untuk mempertahankan standar ini,” tutup Courtois.
Kekalahan ini tentu meninggalkan kekecewaan, tetapi semangat kebanggaan tetap menyala. Courtois dan seluruh anggota tim nasional Belgia bisa pulang dengan kepala tegak. Perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa Belgia tersingkir, Courtois tetap bangga dengan kiprah generasi emas adalah narasi yang tepat. Mereka telah memberikan tontonan menghibur dan inspirasi bagi jutaan penggemar di seluruh dunia.




