Daftar Isi
STNK.CO.ID – 11 Juli 2026 | Forum bisnis internasional SIBS ASEAN 2026 resmi digelar di Bandung, Jawa Barat, dengan partisipasi aktif dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat. Acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Jawa Barat dan Selangor, Malaysia, sekaligus mendorong kolaborasi regional di kawasan ASEAN. SIBS ASEAN 2026 Digelar di Bandung Kadin Jawa Barat Berpartisipasi Aktif Perkuat Kolaborasi Regional menjadi sorotan utama dalam upaya mempererat integrasi ekonomi antarnegara.
Latar Belakang SIBS ASEAN 2026
SIBS (Selangor International Business Summit) merupakan forum bisnis tahunan yang sebelumnya sukses digelar di Malaysia. Tahun ini, untuk pertama kalinya, SIBS ASEAN diadakan di Bandung, menandai perluasanjejak internasional acara tersebut. Bandung dipilih karena potensi ekonominya yang kuat dan posisinya sebagai pusat industri kreatif dan digital di Indonesia. Dengan tema kolaborasi regional, forum ini menghadirkan berbagai sesi diskusi, pameran produk, dan forum bisnis yang melibatkan pelaku usaha dari berbagai sektor.
Peran Aktif Kadin Jawa Barat
Kadin Jawa Barat berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian acara SIBS ASEAN 2026. Ketua Kadin Jabar, dalam sambutannya, menekankan pentingnya sinergi antara pelaku usaha lokal dan internasional. “SIBS ASEAN 2026 Digelar di Bandung Kadin Jawa Barat Berpartisipasi Aktif Perkuat Kolaborasi Regional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret untuk membuka akses pasar dan investasi bagi UKM Jawa Barat,” ujarnya. Kadin Jabar juga memfasilitasi sesi business matching antara investor Malaysia dengan perusahaan lokal, terutama di bidang manufaktur, teknologi, dan pariwisata.
Dampak Ekonomi dan Kolaborasi Regional
Forum SIBS ASEAN 2026 di Bandung diharapkan mampu mendorong peningkatan ekspor Jawa Barat ke Malaysia dan negara ASEAN lainnya. Saat ini, Selangor merupakan mitra dagang utama Malaysia, dan kolaborasi dengan Jawa Barat dapat menciptakan rantai pasok yang lebih kuat. Melalui forum ini, Kadin Jabar mendorong adopsi teknologi digital dan inovasi produk lokal agar mampu bersaing di pasar global. Salah satu sesi penting adalah panel diskusi tentang percepatan transformasi digital UKM, yang dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Perindustrian dan Kamar Dagang Malaysia.
Program Unggulan SIBS ASEAN 2026
Selain pameran, SIBS ASEAN 2026 juga menyelenggarakan workshop, seminar, dan kontes inovasi startup. Kadin Jawa Barat, bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menyediakan booth khusus untuk produk unggulan daerah, seperti kerajinan tangan, batik, dan kopi premium. Para pengunjung dapat melihat langsung potensi investasi di sektor industri kreatif dan ekonomi hijau. Tidak hanya itu, forum ini juga menjadi ajang promosi wisata Bandung dan Jawa Barat secara umum, yang diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan asing.
Kolaborasi Multisektor
SIBS ASEAN 2026 Digelar di Bandung Kadin Jawa Barat Berpartisipasi Aktif Perkuat Kolaborasi Regional mencerminkan komitmen kuat untuk membangun ekosistem bisnis yang inklusif. Kolaborasi ini tidak hanya melibatkan pemerintah dan kamar dagang, tetapi juga akademisi dan komunitas startup. Beberapa MoU telah ditandatangani antara universitas di Jawa Barat dan institusi pendidikan di Selangor untuk riset bersama dan pertukaran mahasiswa. Hal ini sejalan dengan visi ASEAN untuk menciptakan konektivitas sumber daya manusia yang unggul.
Selain itu, sektor logistik dan transportasi juga menjadi fokus diskusi. Jawa Barat, sebagai salah satu pusat distribusi nasional, diharapkan dapat menjadi hub logistik bagi produk-produk Malaysia yang masuk ke Indonesia. Sebaliknya, produk Indonesia bisa lebih mudah menembus pasar Selangor melalui kerja sama ini.
Kesimpulan
Pelaksanaan SIBS ASEAN 2026 di Bandung dengan partisipasi aktif Kadin Jawa Barat membuktikan bahwa kolaborasi regional dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi. SIBS ASEAN 2026 Digelar di Bandung Kadin Jawa Barat Berpartisipasi Aktif Perkuat Kolaborasi Regional menandai awal baru bagi hubungan bilateral yang lebih erat antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di tingkat provinsi. Ke depannya, diharapkan forum serupa dapat terus digelar secara berkala untuk memperkuat jejaring bisnis dan investasi di kawasan ASEAN.




