Menteri Pertanian Amran Sulaiman Buka-bukaan: Perusahaan Raup Untung Rp2 Triliun Sebulan dari Mafia Beras

By

Angharat Aida

2 Agustus 2026, 14:01 WIB

Menteri Pertanian Amran Sulaiman Buka-bukaan: Perusahaan Raup Untung Rp2 Triliun Sebulan dari Mafia Beras
Menteri Pertanian Amran Sulaiman Buka-bukaan: Perusahaan Raup Untung Rp2 Triliun Sebulan dari Mafia Beras

STNK.CO.ID – 02 Agustus 2026 | Menteri Pertanian Amran Sulaiman kembali membuka tabir kelam di balik industri beras nasional. Dalam pernyataannya yang mengejutkan, Amran Buka-bukaan Ada Perusahaan Raup Untung Rp2 Triliun Sebulan melalui praktik mafia beras yang merugikan petani. Temuan ini menjadi sorotan karena mengungkap bagaimana segelintir pihak menikmati keuntungan besar sementara petani terus tertekan dengan harga gabah yang tidak layak.

Baca juga:

Praktik Mafia Beras yang Merugikan Petani

Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa praktik mafia beras telah berlangsung lama dan semakin merajalela. Perusahaan-perusahaan nakal ini memanfaatkan celah regulasi dan kelengahan pengawasan untuk meraup keuntungan hingga Rp2 triliun per bulan. Mereka diduga kuat memainkan harga, kualitas, dan pasokan beras di pasaran, sehingga petani menjadi korban utama.

Kerugian yang diderita petani akibat praktik ini sangat fantastis, mencapai Rp98 triliun. Angka tersebut muncul karena beras yang dihasilkan petani sering kali tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan, baik dari segi kualitas maupun kandungan nutrisi. Hal ini menyebabkan harga jual di tingkat petani menjadi jatuh karena beras dianggap tidak layak masuk pasar dengan harga premium.

Modus Operandi Mafia Beras

Tidak berhenti di situ, mafia beras juga sering memanipulasi data produksi dan distribusi. Mereka melaporkan angka yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, sehingga pemerintah kesulitan mengambil kebijakan yang tepat. Akibatnya, berbagai program bantuan dan subsidi bagi petani pun tidak tepat sasaran.

Baca juga:

Dampak Terhadap Petani dan Konsumen

Adanya praktik mafia beras ini membuat petani semakin terpuruk. Harga gabah yang mereka jual sering kali tidak pernah mencapai target yang ditetapkan pemerintah. Di sisi lain, konsumen juga harus membayar beras dengan harga tinggi, tetapi kualitas yang didapat tidak sepadan. Kesenjangan inilah yang kemudian memicu berbagai masalah ekonomi dan sosial di masyarakat.

Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap praktik mafia beras ini. Ia berkomitmen untuk melakukan pengawasan lebih ketat dan menindak tegas para pelaku yang terbukti bersalah. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa betapa rentannya sektor pangan terhadap permainan segelintir pihak yang tidak bertanggung jawab.

Temuan Amran Buka-bukaan Ada Perusahaan Raup Untung Rp2 Triliun Sebulan ini juga menyadarkan banyak pihak akan pentingnya menjaga kemandirian pangan. Dengan memperbaiki tata kelola, diharapkan petani dapat memperoleh keuntungan yang layak dan konsumen mendapatkan beras berkualitas dengan harga yang wajar.

Baca juga:

Dalam kesempatan tersebut, Amran juga menyoroti perlunya peran aktif dari semua elemen, termasuk lembaga penegak hukum, untuk memberantas mafia beras sampai ke akar-akarnya. Amran Buka-bukaan Ada Perusahaan Raup Untung Rp2 Triliun Sebulan menjadi bukti bahwa masalah ini bukan masalah kecil, melainkan sebuah kejahatan ekonomi terorganisir yang harus segera dihentikan.

Ke depan, pemerintah berencana menggandeng berbagai pihak untuk memperbaiki sistem distribusi beras, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjaga kestabilan harga. Masyarakat juga diimbau untuk lebih selektif dalam membeli beras dan melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan di lapangan. Dengan demikian, praktik mafia beras dapat ditekan dan para petani dapat kembali tersenyum.

Author Image

Related Post