Harga Bawang Putih Naik, Kantor Amran Mau Panggil Importir-Distributor: Ini Langkah Bapanas

By

Angharat Aida

24 Juli 2026, 16:51 WIB

Harga Bawang Putih Naik, Kantor Amran Mau Panggil Importir-Distributor: Ini Langkah Bapanas
Harga Bawang Putih Naik, Kantor Amran Mau Panggil Importir-Distributor: Ini Langkah Bapanas

Harga Bawang Putih Melonjak, Pasokan Terbatas

STNK.CO.ID – 24 Juli 2026 | Harga bawang putih di pasaran kembali meroket dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini terutama terjadi pada jenis bawang putih kating yang merupakan konsumsi utama masyarakat Indonesia. Harga Bawang Putih Naik Kantor Amran Mau Panggil Importir-Distributor menjadi sorotan karena kebijakan pemerintah dinilai belum efektif mengendalikan harga.

Baca juga:

Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, harga bawang putih kating di tingkat pedagang eceran mencapai Rp 45.000 per kilogram, naik sekitar 20 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penyebab utama lonjakan ini adalah terbatasnya pasokan dari negara pemasok utama, seperti China, akibat cuaca ekstrem dan gangguan logistik global.

Bapanas Siapkan Langkah Stabilisasi

Menanggapi situasi tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) segera mengambil langkah strategis. Kepala Bapanas menyatakan akan menggelar operasi pasar dan mempercepat realisasi impor dari negara alternatif seperti India dan Myanmar. “Kami akan memastikan ketersediaan pasokan dalam dua pekan ke depan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Selain itu, Bapanas juga berencana memperkuat cadangan pangan nasional untuk komoditas bawang putih. Langkah ini diharapkan dapat menekan spekulasi harga di tingkat distributor. Harga Bawang Putih Naik Kantor Amran Mau Panggil Importir-Distributor menjadi perhatian serius, dan Kementerian Pertanian tidak tinggal diam.

Baca juga:

Amran Panggil Importir dan Distributor

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengonfirmasi bahwa pihaknya akan memanggil seluruh importir dan distributor bawang putih dalam waktu dekat. “Kami akan meminta penjelasan terkait rantai pasok dan penyebab kenaikan harga. Jika ditemukan praktik curang, kami tidak segan menjatuhkan sanksi,” tegas Amran di kantornya.

Pemanggilan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan distribusi pangan. Menurut Amran, sebagian besar importir sudah memiliki kuota impor, namun realisasinya lambat. “Kami akan evaluasi kinerja mereka,” tambahnya. Langkah ini mendapat dukungan dari Asosiasi Importir Bawang Putih, yang berjanji akan kooperatif.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga

Selain faktor cuaca, kenaikan harga bawang putih juga dipicu oleh kenaikan biaya transportasi dan depresiasi nilai tukar rupiah. Para pedagang mengeluhkan margin keuntungan yang tipis karena harga beli dari distributor terus naik. Seorang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati mengatakan, “Omzet kami turun karena pembeli mengurangi belanja.”

Baca juga:

Pemerintah sebelumnya telah menetapkan harga acuan penjualan untuk bawang putih, namun implementasinya masih lemah. Harga Bawang Putih Naik Kantor Amran Mau Panggil Importir-Distributor diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki tata niaga komoditas ini.

Prospek ke Depan

Dengan langkah tegas dari Kementan dan Bapanas, harga bawang putih diyakini akan kembali stabil dalam waktu satu bulan. Impor dari India yang lebih murah bisa menekan harga eceran. Namun, pengawasan distribusi di tingkat daerah masih menjadi tantangan. Masyarakat diimbau tidak panik dan tetap membeli sesuai kebutuhan.

Kesimpulannya, kenaikan harga bawang putih saat ini merupakan fenomena global yang diperparah oleh faktor domestik. Pemerintah perlu mengoptimalkan kinerja importir dan distributor, serta memperkuat pengawasan pasar. Dengan sinergi antara kementerian, harga pangan pokok seperti bawang putih dapat terkendali.

Author Image

Related Post