STNK.CO.ID – 16 Juli 2026 | Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) yang dipimpin oleh Basuki Hadimuljono mencatat total aset IKN tembus Rp71,96 triliun per Desember 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya. Kabar ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan perkembangan pembangunan IKN yang terus berjalan. Artikel ini akan mengulas secara mendalam kondisi keuangan OIKN berdasarkan data terbaru.
Lonjakan Aset IKN
Berdasarkan laporan keuangan OIKN, total aset IKN mencapai Rp71,96 triliun pada akhir 2025. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp50 triliun. Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa peningkatan tersebut didorong oleh penyelesaian berbagai proyek infrastruktur dan pengadaan aset tetap. “Aset IKN terus bertambah seiring dengan progres pembangunan,” ujar Basuki dalam keterangan resmi. Peningkatan aset ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan ibu kota baru yang modern dan berkelanjutan.
Kondisi Keuangan OIKN
Selain aset, kondisi keuangan OIKN juga menunjukkan tren positif. Pendapatan OIKN pada 2025 tercatat sebesar Rp12,5 triliun, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan hibah. Sementara itu, belanja OIKN mencapai Rp10,2 triliun, menghasilkan surplus sebesar Rp2,3 triliun. Surplus ini digunakan untuk cadangan dan investasi lebih lanjut. Total aset IKN tembus Rp71,96 triliun menjadi indikator utama bahwa pengelolaan keuangan OIKN berjalan efektif. Basuki menambahkan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas dalam pengelolaan dana pembangunan IKN.
Rincian Aset IKN
- Aset Lancar: Rp5,8 triliun (kas, piutang, persediaan)
- Aset Tetap: Rp64,2 triliun (tanah, gedung, infrastruktur)
- Aset Lainnya: Rp1,96 triliun (investasi jangka panjang, aset tak berwujud)
Komponen terbesar aset IKN adalah aset tetap yang mencakup lahan dan bangunan pemerintahan, jalan tol, serta fasilitas umum. Peningkatan aset tetap ini sejalan dengan target penyelesaian tahap awal pembangunan IKN pada 2024-2025. Dengan total aset IKN tembus Rp71,96 triliun, OIKN optimistis dapat memenuhi target pembangunan jangka panjang.
Prospek ke Depan
Ke depannya, OIKN akan fokus pada optimalisasi aset dan peningkatan pendapatan non-APBN. Basuki Hadimuljono menekankan pentingnya kemitraan dengan swasta dan investasi asing untuk mempercepat pembangunan. “Kami ingin IKN menjadi kota yang mandiri secara finansial,” tegasnya. Dengan total aset IKN yang terus meningkat, prospek keuangan OIKN dipandang positif. Meski demikian, tantangan seperti efisiensi belanja dan pengelolaan utang tetap menjadi perhatian. Namun, secara keseluruhan, kondisi keuangan OIKN dinilai sehat oleh para analis.
Kesimpulannya, total aset IKN tembus Rp71,96 triliun menandai kemajuan signifikan dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara. Kepemimpinan Basuki Hadimuljono di OIKN menunjukkan hasil yang nyata melalui peningkatan aset dan surplus anggaran. Meskipun masih banyak pekerjaan rumah, fondasi keuangan yang kuat diharapkan mampu mendukung tercapainya visi IKN sebagai kota dunia yang berkelanjutan.




