Waka MPR Lestari Moerdijat Dorong Edukasi Mitigasi Bencana untuk Masyarakat

By

Alexandreina Rozmonda

16 Juli 2026, 04:50 WIB

Waka MPR Lestari Moerdijat Dorong Edukasi Mitigasi Bencana untuk Masyarakat
Waka MPR Lestari Moerdijat Dorong Edukasi Mitigasi Bencana untuk Masyarakat

STNK.CO.ID – 16 Juli 2026 | Waka MPR Ajak Tingkatkan Kesadaran Masyarakat soal Mitigasi Bencana menjadi seruan penting yang disampaikan oleh Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa edukasi mitigasi bencana merupakan kunci utama dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami yang kerap melanda Indonesia.

Baca juga:

Indonesia, yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, memang memiliki risiko tinggi terhadap bencana geologis. Sejarah mencatat berbagai peristiwa gempa dan tsunami besar seperti di Aceh (2004), Pangandaran (2006), hingga Palu (2018) menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapan menghadapi bencana. Namun, kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana masih perlu ditingkatkan secara signifikan.

Pentingnya Edukasi Mitigasi Sejak Dini

Lestari Moerdijat menegaskan bahwa edukasi mitigasi bencana harus dimulai sejak tingkat pendidikan dasar. Anak-anak perlu dibekali pengetahuan tentang tanda-tanda alam, jalur evakuasi, serta cara penyelamatan diri saat gempa dan tsunami terjadi. Program-program seperti simulasi bencana di sekolah-sekolah dan sosialisasi di komunitas menjadi langkah konkret yang harus diperluas.

Ia juga menyoroti peran media dan tokoh masyarakat dalam menyebarluaskan informasi mitigasi. Dengan pendekatan yang tepat, masyarakat dapat lebih mudah memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat bencana, sehingga risiko korban jiwa dapat diminimalkan.

Baca juga:

Peran Pemerintah dan Lembaga Terkait

Pemerintah pusat dan daerah, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah memiliki berbagai program mitigasi. Namun, implementasinya masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Waka MPR mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama di daerah rawan bencana yang belum terjamah program edukasi secara optimal.

Selain itu, pembangunan infrastruktur tahan gempa dan sistem peringatan dini tsunami yang andal juga menjadi prioritas. Masyarakat perlu diedukasi untuk memanfaatkan teknologi seperti aplikasi peringatan dini dan memahami jalur evakuasi yang telah ditentukan.

Tantangan dan Harapan

Salah satu tantangan terbesar adalah budaya masyarakat yang cenderung abai terhadap risiko bencana. Banyak yang menganggap bencana tidak akan terjadi di daerah mereka, atau justru terlalu percaya pada kemampuan bertahan hidup sendiri. Oleh karena itu, pendekatan partisipatif melalui kelompok-kelompok masyarakat, organisasi keagamaan, dan komunitas lokal menjadi sangat penting.

Baca juga:

Lestari Moerdijat berharap dengan meningkatnya kesadaran mitigasi, Indonesia dapat menjadi negara yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana. Bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama untuk menciptakan budaya sadar bencana.

Pada akhirnya, Waka MPR Ajak Tingkatkan Kesadaran Masyarakat soal Mitigasi Bencana bukan sekadar seruan, melainkan panggilan untuk bertindak. Dengan edukasi yang tepat dan kolaborasi semua pihak, risiko bencana dapat dikelola dengan lebih baik, dan nyawa masyarakat dapat terlindungi.

Related Post