Purbaya Beberkan Empat Strategi Kendalikan Rasio Utang Agar Tidak Melonjak

By

Wareine Deaglan

14 Juli 2026, 16:50 WIB

Purbaya Beberkan Empat Strategi Kendalikan Rasio Utang Agar Tidak Melonjak
Purbaya Beberkan Empat Strategi Kendalikan Rasio Utang Agar Tidak Melonjak

STNK.CO.ID – 14 Juli 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini mengungkapkan empat langkah strategis untuk mengendalikan rasio utang Indonesia agar tidak terus meningkat. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan fiskal melalui disiplin pengelolaan utang. Keempat cara ini menjadi pilar utama dalam upaya pemerintah menstabilkan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di tengah tekanan ekonomi global.

Baca juga:

1. Optimalisasi Pendapatan Negara

Langkah pertama yang disorot Purbaya adalah peningkatan pendapatan negara melalui reformasi perpajakan dan ekstensifikasi sumber penerimaan. Dengan memperluas basis pajak dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada utang baru. Seluruh sektor, baik formal maupun digital, akan dioptimalkan untuk mendongkrak rasio penerimaan negara.

2. Efisiensi Belanja Negara

Pilar kedua adalah efisiensi belanja negara. Purbaya menekankan pentingnya memangkas anggaran yang tidak produktif dan mengalokasikan dana secara lebih tepat sasaran. Program-program prioritas seperti infrastruktur dan perlindungan sosial tetap dijaga, namun pengeluaran yang bersifat konsumtif akan diminimalkan. Hal ini diharapkan dapat menekan defisit anggaran dan mengurangi kebutuhan pembiayaan utang.

Baca juga:

3. Pengelolaan Utang yang Prudent

Ketiga, pengelolaan utang dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan tenor, mata uang, dan suku bunga. Pemerintah akan memanfaatkan instrumen utang jangka panjang dengan bunga tetap untuk menghindari risiko refinancing. Selain itu, diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk melalui pasar domestik, akan terus diperkuat untuk mengurangi tekanan nilai tukar.

4. Sinergi Kebijakan Moneter dan Fiskal

Langkah keempat adalah sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Purbaya menegaskan bahwa koordinasi erat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sangat krusial dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Dengan demikian, rasio utang dapat dikendalikan tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi. Strategi ini juga mencakup pengendalian inflasi dan suku bunga yang kondusif bagi investasi.

Baca juga:

Keempat cara tersebut merupakan bagian dari upaya komprehensif pemerintah untuk memastikan rasio utang tetap dalam batas aman. Purbaya optimistis bahwa dengan disiplin fiskal dan inovasi kebijakan, rasio utang Indonesia tidak akan naik lebih tinggi. Publik dan pelaku pasar pun diharapkan mendukung langkah-langkah ini demi keberlanjutan fiskal jangka panjang.

Dalam paparannya, Purbaya juga mengingatkan bahwa pengelolaan utang bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas dalam setiap langkah menjadi kunci utama. Dengan menerapkan empat pilar ini, pemerintah bertekad menjaga rasio utang tetap terkendali meskipun tantangan global masih membayangi.

Related Post