STNK.CO.ID – 12 Juli 2026 | Bank Indonesia (BI) Tegal kembali menggelar program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas sistem digitalisasi pembayaran di daerah. Kegiatan ini merupakan inisiatif BI Tegal Gelar QRIS Jelajah Kuliner Dorong Perluasan Sistem Digitalisasi Pembayaran yang bertujuan memperkenalkan dan mempopulerkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kalangan pelaku usaha kuliner dan masyarakat umum.
Latar Belakang Kegiatan
Program QJI 2026 diadakan untuk mendorong adopsi pembayaran non-tunai di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khususnya di bidang kuliner. BI Tegal menilai bahwa masih banyak pedagang yang belum beralih ke sistem digital, sehingga diperlukan kampanye langsung seperti jelajah kuliner ini. Dengan mengusung tema ‘QRIS Jelajah Kuliner’, BI Tegal Gelar QRIS Jelajah Kuliner Dorong Perluasan Sistem Digitalisasi Pembayaran secara konkret di lapangan.
Rangkaian Acara
Kegiatan ini melibatkan berbagai stan kuliner yang telah menerapkan QRIS sebagai alat pembayaran. Pengunjung dapat menikmati aneka makanan sambil belajar menggunakan aplikasi pembayaran digital. Selain itu, BI Tegal juga menyediakan layanan pendaftaran QRIS bagi pedagang yang belum memiliki, serta edukasi tentang keamanan transaksi digital. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan transaksi non-tunai, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi digital di wilayah Tegal dan sekitarnya.
Dampak dan Harapan
Dengan digelarnya QRIS Jelajah Kuliner, BI Tegal berharap masyarakat semakin terbiasa dengan pembayaran digital dan pelaku UMKM dapat meningkatkan efisiensi bisnis mereka. BI Tegal Gelar QRIS Jelajah Kuliner Dorong Perluasan Sistem Digitalisasi Pembayaran merupakan langkah strategis untuk menuju masyarakat Indonesia yang cashless. Ke depan, program serupa akan terus diperluas ke sektor lain seperti transportasi dan ritel.
Kesimpulan
Melalui QRIS Jelajah Kuliner 2026, BI Tegal menunjukkan komitmennya dalam mempercepat digitalisasi pembayaran di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa, sehingga sistem pembayaran digital dapat diadopsi secara luas dan merata.




