Daftar Isi
STNK.CO.ID – 11 Juli 2026 | Penemuan mengejutkan datang dari perairan Mayotte, samudra Hindia. Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa Gunung Api Bawah Laut Mayotte Muntahkan Lava Kuno Berusia 4 5 Miliar Tahun yang diperkirakan berasal dari periode Hadean, era paling awal dalam sejarah Bumi. Temuan ini membuka jendela baru bagi para ilmuwan untuk memahami komposisi interior Bumi yang masih misterius.
Penemuan yang Mengubah Pemahaman
Tim peneliti internasional menemukan lava kuno ini di Gunung Api Fani Maoré, sebuah gunung api bawah laut yang aktif di lepas pantai Mayotte. Letusan dahsyat pada tahun 2018 telah memuntahkan material vulkanik yang kemudian dianalisis menggunakan teknik penanggalan isotop. Hasilnya mengejutkan: usia lava mencapai 4,5 miliar tahun, sama dengan usia Bumi itu sendiri. Ini adalah pertama kalinya lava purba dari mantel Bumi yang belum tercampur dengan material kerak terdeteksi secara langsung.
Mengungkap Rahasia Interior Bumi
Lava tersebut membawa serta informasi tentang kondisi mantel Bumi pada saat-saat awal pembentukan planet. Para ahli meyakini bahwa material ini berasal dari reservoir mantel yang terisolasi selama miliaran tahun, tidak terpengaruh oleh siklus tektonik. Gunung Api Bawah Laut Mayotte Muntahkan Lava Kuno Berusia 4 5 Miliar Tahun memberikan bukti bahwa bagian dalam Bumi masih menyimpan jejak purba yang belum terkontaminasi.
Dr. Sarah Le Roux, salah satu peneliti utama, menjelaskan bahwa lava ini mengandung rasio isotop yang unik, berbeda dari lava gunung api lainnya. “Ini seperti memegang fosil dari masa lalu Bumi,” ujarnya. Penemuan ini membantu ilmuwan memodelkan evolusi termal dan kimiawi planet kita sejak 4,5 miliar tahun lalu.
Dampak bagi Sains dan Masa Depan
Temuan ini tidak hanya penting bagi geologi, tetapi juga untuk astrobiologi. Dengan memahami komposisi awal Bumi, kita bisa membandingkannya dengan planet lain seperti Mars atau Venus. Gunung Api Bawah Laut Mayotte Muntahkan Lava Kuno Berusia 4 5 Miliar Tahun menjadi kunci untuk mengungkap bagaimana Bumi menjadi planet yang layak huni. Para ilmuwan berencana melakukan ekspedisi lanjutan untuk mengambil sampel lebih banyak.
Meskipun masih banyak pertanyaan, satu hal pasti: laut dalam menyimpan rahasia besar. Aktivitas vulkanik bawah laut seperti di Mayotte terus menjadi laboratorium alami yang tak ternilai. Penemuan ini juga menekankan pentingnya melindungi ekosistem laut yang rapuh di sekitar gunung api tersebut.
Kesimpulan
Penemuan lava kuno berusia 4,5 miliar tahun dari Gunung Api Bawah Laut Mayotte merupakan tonggak sejarah dalam penelitian geologi. Ini membuktikan bahwa interior Bumi masih menyimpan material purba yang dapat memberi petunjuk tentang asal-usul planet kita. Diharapkan penelitian lebih lanjut akan mengungkap lebih banyak misteri yang tersembunyi di kedalaman lautan.




