Honda HRC Rebut Pole Position Suzuka 8 Hours Usai Top 10 Trial Dibatalkan Akibat Hujan

By

Angharat Aida

4 Juli 2026, 18:21 WIB

Honda HRC Rebut Pole Position Suzuka 8 Hours Usai Top 10 Trial Dibatalkan Akibat Hujan
Honda HRC Rebut Pole Position Suzuka 8 Hours Usai Top 10 Trial Dibatalkan Akibat Hujan

STNK.CO.ID – 04 Juli 2026 | Balapan ketahanan paling bergengsi di dunia, FIM Endurance World Championship (EWC), kembali menyajikan drama di Suzuka 8 Hours 2026. Hujan deras yang mengguyur Sirkuit Suzuka pada Sabtu (4/7/2026) memaksa penyelenggara membatalkan sesi Top 10 Trial yang biasa menentukan posisi start terdepan. Akibatnya, grid akhir balapan yang akan digelar Minggu (5/7/2026) ditentukan berdasarkan hasil kualifikasi Jumat lalu, dan Honda HRC keluar sebagai pole position.

Baca juga:

Pembatalan Top 10 Trial

Top 10 Trial adalah sesi satu lap penentuan yang biasanya menjadi puncak kualifikasi Suzuka 8 Hours. Namun, kondisi trek yang basah akibat hujan sejak sesi Free Practice 2 membuat sesi tersebut tidak dapat digelar. Keputusan ini diambil demi keamanan dan keadilan bagi semua tim. Dengan batalnya sesi tersebut, posisi start kembali ke catatan waktu rata-rata dua pembalap tercepat masing-masing tim pada kualifikasi Jumat.

Honda HRC, yang diperkuat Jonathan Rea, Takumi Takahashi, dan Somkiat Chantra, berhasil mencatatkan waktu rata-rata 2 menit 4,738 detik. Catatan ini unggul tipis 0,075 detik dari BMW Motorrad World Endurance Team yang harus puas di posisi kedua. Rea menorehkan 2 menit 4,422 detik, sementara Takahashi 2 menit 5,055 detik.

Komposisi Grid Depan

Elf Marc VDS Racing Team/KM99 mengamankan posisi ketiga, diikuti YART Yamaha Official EWC Team di urutan keempat. Yamaha Factory Racing Team yang diperkuat Jack Miller, Katsuyuki Nakasuga, dan Andrea Locatelli akan memulai balapan dari posisi kelima. Menariknya, tiga tim Yamaha masuk dalam lima besar, menandakan dominasi pabrikan garpu tala di baris depan.

Melengkapi posisi 10 besar adalah F.C.C. TSR Honda France, Astemo Pro Honda SI Racing, Yoshimura SERT Motul, AutoRace Ube Racing Team, dan SDG Team HARC-PRO. Honda. Sayangnya, mereka tidak mendapat kesempatan memperbaiki posisi akibat pembatalan Top 10 Trial.

Baca juga:

Pernyataan Jonathan Rea

Jonathan Rea mengaku senang dengan waktu lapnya di kualifikasi meskipun harus berhadapan dengan lalu lintas padat. “Saya sangat senang dengan waktu putaran saya kemarin. Tidak mudah karena banyak traffic, tapi saya puas dengan hasilnya. Sayang sekali Top 10 Trial dibatalkan karena saya suka format satu lap penentuan. Tapi dengan kondisi cuaca, itu keputusan tepat. Jujur, saya juga agak gugup jika harus melakukannya dalam kondisi basah. Kami akan menerima hasil ini, tapi besok adalah yang terpenting,” ujar Rea seperti dikutip dalam rilis tim.

Kondisi Cuaca dan Dampaknya

Cuaca masih menjadi faktor tak terduga dalam balapan EWC ini. Free Practice 2 pada Sabtu pagi berlangsung dalam kondisi mendung dan lebih dingin. Honda HRC menempati posisi kedua dengan catatan 2 menit 6,267 detik, tertinggal 0,173 detik dari BMW. Namun hujan yang turun sebelum Top 10 Trial mengubah keadaan dan memaksa penyelenggara mengandalkan hasil Jumat.

Jack Miller menjadi pembalap Australia dengan start terbaik di posisi kelima. Pembalap Australia lainnya, Max Stauffer akan start ke-18 bersama Marumae Team Kodama Yamaha, sementara Varis Fleming dari Team Sugai Racing Japan Honda memulai dari posisi ke-45.

Balapan Suzuka 8 Hours dijadwalkan start pukul 11.30 waktu setempat (09.30 WIB) pada Minggu. Meskipun prakiraan cuaca belum pasti, tim-tim EWC harus siap menghadapi kondisi trek yang bisa berubah sepanjang delapan jam balapan. Honda HRC datang sebagai juara bertahan empat tahun terakhir, namun dua pertiga dari line-up mereka baru musim ini—Rea dan Chantra. Rea sendiri pernah menang di Suzuka pada 2012 bersama Honda (FCC TSR), dan terakhir kali balapan di sini pada 2019 bersama Kawasaki.

Baca juga:

Persaingan EWC Semakin Ketat

Persaingan di EWC musim 2026 semakin menarik. Setelah tiga putaran, berbagai tim menunjukkan performa impresif. BMW Motorrad World Endurance Team nyaris merebut pole, sementara Yamaha memiliki banyak tim kompetitif di baris depan. Kehadiran Jack Miller, pembalap MotoGP yang kini beralih ke balap ketahanan, menambah daya tarik tersendiri bagi ajang EWC.

Dengan pembatalan Top 10 Trial, strategi balapan menjadi lebih krusial. Tim harus pintar mengatur pit stop, pemilihan ban, dan konsistensi pembalap. Honda HRC di atas kertas unggul, tapi balapan delapan jam penuh kejutan. Apakah Honda mampu mempertahankan dominasi atau akan ada pahlawan baru yang muncul? Semua akan terjawab di lintasan Suzuka.

Tak hanya soal kecepatan, faktor keandalan mesin dan ketahanan fisik pembalap juga menjadi penentu. EWC bukan sekadar balapan cepat, melainkan ujian ketahanan dan strategi tim. Para penggemar balap ketahanan di seluruh dunia menantikan aksi seru di salah satu sirkuit paling menantang di Jepang ini.

Satu hal yang pasti, EWC 2026 di Suzuka akan tetap berlangsung meriah meskipun tanpa sesi Top 10 Trial. Para pembalap siap memberikan penampilan terbaik mereka demi meraih gelar juara di ajang balap ketahanan paling bergengsi ini.

Author Image

Related Post