Proyek Drainase dan Uji Coba Jalan Baru: Dinamika Terkini Berita Lalu Lintas Kota Surabaya

By

Wareine Deaglan

3 Juli 2026, 06:30 WIB

Proyek Drainase dan Uji Coba Jalan Baru: Dinamika Terkini Berita Lalu Lintas Kota Surabaya
Proyek Drainase dan Uji Coba Jalan Baru: Dinamika Terkini Berita Lalu Lintas Kota Surabaya

STNK.CO.ID – 03 Juli 2026 | Berita lalu lintas Kota Surabaya dalam sepekan terakhir diwarnai oleh kemacetan akibat proyek drainase di Jalan Prof. Dr. Moestopo dan uji coba pembukaan Jalan Radial Road Lontar. Kedua peristiwa ini mencerminkan upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam menangani masalah genangan dan kemacetan yang kerap melanda kota terbesar kedua di Indonesia ini.

Baca juga:

Proyek Drainase Jalan Moestopo: Kemacetan dan Permintaan Maaf Pemkot

Pemerintah Kota Surabaya meminta maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang terjadi di Jalan Prof. Dr. Moestopo akibat proyek pemasangan box culvert. Proyek ini bertujuan untuk menghubungkan saluran air dari kawasan Karang Menjangan ke Rumah Pompa Dharmahusada, guna mencegah genangan air di sekitar RSUD dr Soetomo dan Universitas Airlangga. Pengerjaan yang dimulai sejak 25 Juni 2026 ini membentang dari depan Fakultas Kedokteran Unair Kampus A hingga simpang Jalan Karang Menjangan.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Adi Gunita, mengakui proyek ini sempat terkendala utilitas PDAM yang menyebabkan kebocoran pipa dan memperpanjang waktu pengerjaan. Untuk meminimalkan dampak lalulintas, konstruksi berat dilakukan pada malam hari mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WIB, sesuai koordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan. Meski proyek keseluruhan ditargetkan selesai awal September 2026, Pemkot memprioritaskan percepatan di jalur arteri Jalan Moestopo.

Uji Coba Jalan Radial Road Lontar: Upaya Mengurai Kemacetan Surabaya Barat

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau langsung uji coba lalu lintas di Jalan Radial Road Lontar pada 29 Juni 2026. Jalan baru ini dibuka sebagai solusi kemacetan di kawasan Surabaya Barat yang selama ini padat, terutama di Jalan Raya Lontar. Rekayasa lalu lintas satu arah diterapkan: kendaraan dari timur diarahkan melalui Radial Road, sedangkan arus sebaliknya tetap menggunakan Jalan Raya Lontar hingga evaluasi dilakukan.

Baca juga:

Kawasan Surabaya Barat berkembang pesat sebagai pusat perdagangan, jasa, dan hunian vertikal, sehingga volume kendaraan terus meningkat. Pembukaan Radial Road diharapkan mampu mendistribusikan beban lalu lintas, namun para ahli mengingatkan fenomena induced demand, di mana kapasitas jalan baru justru menarik lebih banyak kendaraan. Keberhasilan kebijakan ini akan diukur dari penurunan waktu tempuh dan peningkatan mobilitas warga secara berkelanjutan.

Panas Ekstrem: Tantangan bagi Pengguna Jalan dan Petugas Lalu Lintas

Di tengah proyek dan rekayasa lalu lintas, gelombang panas ekstrem yang melanda dunia juga berdampak pada aktivitas di jalan raya Surabaya. Organisasi Meteorologi Dunia mencatat 2024 sebagai tahun terpanas dalam 175 tahun, dan 2026 diprediksi semakin panas akibat El Niño. Panas ekstrem menjadi silent killer yang mengancam petugas lalu lintas, pekerja konstruksi jalan, serta pedagang kaki lima yang terpapar sinar matahari langsung. Polda Jawa Timur, dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80, menegaskan komitmen Polri untuk melindungi masyarakat, termasuk dengan mengatur jadwal pengamanan lalu lintas yang mempertimbangkan kondisi cuaca.

Hari Bhayangkara ke-80: Polri Teguhkan Pelayanan Lalu Lintas

Pada 1 Juli 2026, Polda Jawa Timur menggelar upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolda Jatim, Surabaya. Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto melalui Wakapolda Brigjen Pol Pasma Royce menyoroti capaian pengelolaan arus lalu lintas Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berjalan aman dan lancar. Polri menegaskan pengabdian yang profesional, humanis, dan berorientasi pelayanan masyarakat, termasuk dalam penanganan kemacetan akibat proyek infrastruktur. Sinergi dengan Dishub dan instansi terkait terus ditingkatkan untuk menjaga kelancaran berita lalu lintas Kota Surabaya.

Baca juga:

Dinamika Lalu Lintas dan Solusi ke Depan

Kemacetan di Surabaya bukan hanya akibat proyek fisik, melainkan juga karena pertumbuhan kawasan yang tidak diimbangi kapasitas jalan. Fenomena induced demand menuntut pendekatan komprehensif, seperti pengembangan transportasi massal dan manajemen permintaan perjalanan. Pemerintah Kota Surabaya telah memulai langkah dengan uji coba satu arah di Radial Road dan percepatan drainase, namun keberhasilan jangka panjang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan koordinasi lintas sektor. Berita lalu lintas Kota Surabaya ke depan akan bergantung pada kebijakan adaptif yang mengutamakan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Kesimpulannya, berita lalu lintas Kota Surabaya pekan ini menunjukkan tantangan besar dalam menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan kelancaran mobilitas. Proyek drainase Jalan Moestopo dan uji coba Radial Road Lontar adalah dua sisi dari upaya Pemkot untuk mengatasi genangan dan kemacetan. Dengan pendekatan bertahap dan evaluasi berkelanjutan, Surabaya berpotensi menjadi kota yang lebih tangguh dalam menghadapi perubahan iklim dan pertumbuhan urban. Masyarakat diimbau untuk bersabar dan mendukung kebijakan lalu lintas demi kebaikan bersama.

Related Post